Praktisi: Konferensi Paris Momentum Kembangkan Energi Terbarukan

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Konferensi Perubahan Iklim yang sedang berlangsung di Paris, Prancis, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan atau energi terbarukan, dan sebaliknya mulai mengurangi energi berbasis fosil.

“Apalagi Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang berlimpah dan belum tergarap dengan maksimal,” kata praktisi energi Bambang Sudomo kepada pers di Jakarta, Rabu, terkait pentingnya Indonesia mengutamakan energi terbarukan.

Bacaan Lainnya

“Apalagi dalam Konferensi Perubahan Iklim di Paris, Presiden Jokowi berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon menjadi 29 persen. “Artinya target itu mengacu pada penggunaan energi yang ramah lingkungan yang terdapat pada energi terbarukan,” kata Bambang Sudomo.energi terbarukan 1

Bambang Sudomo yang juga dirut perusahaan bidang energi, PT Sumber Data Persada mengatakan, sebagai warga bangsa yang lahir di Indonesia, semestinya bersyukur sebab Indonesia sangat kaya akan sumber daya alamnya.

“Sumber daya alam yang kita miliki tersebut dapat dijadikan sumber energi yang ramah lingkungan dan terbarukan,” katanya.

Bambang Sudomo menjelaskan, banyak sekali sumber energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan dan dapat mengurangi energi fosil selama ini, yaitu energi geothermal (panas bumi). Indonesia memiliki sekitar 40 persen cadangan panas bumi yang ada di dunia. Sekarang sedang digalakkan oleh pemerintah dengan program membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan total kapasitas 35 ribu megawatt (MW).

“Kita juga memiliki energi matahari yang bisa dimanfaatkan dengan teknologi solar cell. Juga energi angin yang dihasilkan dari turbin angin,” katanya.energi terbarukan 2
Indonesia adalah negara kepulauan sehingga potensi angin sangat besar untuk menggerakkan turbin angin guna menghasilkan listrik.

Yang tak kalah penting, kata Bambang, adalah energi air yang dihasilkan dari sumber daya air. Indonesia memiliki banyak sungai dan air terjun yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

“Masih banyak lagi energi terbarukan seperti energi biodiesel, energi biomasa, dan energi bioetanol yang bisa digarap,” kata Bambang.

Dalam kaitan energi terbarukan ini, Bambang Sudomo mendukung komitmen Presiden Jokowi ketika membuka pameran “The 4th Indonesia EBTKE Conex 2015″  pada Agustus lalu yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Presiden memberikan perhatian khusus pada program pengembangan sumber energi Baru Terbarukan dan melepas ketergantungan pada energi fosil.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *