YAMSA: Kekerasan Pada Anak Bagaikan Puncak Gunung Es

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – “Yayasan Abang Mpok Sahabat Anak” (YAMSA) mengajak masyarakat mendukung gerakan “antikekerasan pada anak-anak” agar mereka terlindungi, aman, dan mempunyai masa kecil yang indah sehingga berkembang menjadi generasi yang santun, setara, sejati, dan tangguh.

Informasi dari YAMSA di Jakarta, Rabu menyebutkan, gerakan ini sangat penting karena selama ini jumlah tindak kekerasan yang diberitakan seperti puncak gunung es, sementara kasus yang tidak dilaporkan sangat banyak serta menimbulkan banyaknya “silent victims” (korban yang tidak mau melapor).

Bacaan Lainnya

Mengutip Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), YAMSA juga menyebutkan banyaknya kasus kekerasan pada anak di seluruh Indonesia, dari daerah perkotaan sampai ke pelosok-pelosok dan kampung-kampung serta dari rumah gedongan, apartemen mewah sampai rumah sangat sederhana.

Tahun 2011 terjadi 2.178 kasus kekerasan pada anak, tahun 2012 terjadi 3.512 kasus (peningkatan 61 persen), tahun 2013 ada 4.311 kasus (peningkatan 23 persen) dan tahun 2014 terjadi 5.066 kasus (peningkatan 18 persen).

Situasi ini telah menggerakkan hati Mpok Nur Asia Uno dan Mpok Debbie Sianturi beserta para aktivis sosial dan aktivis anak seperti Ibu Nina Akbar Tanjung, Kak Seto Mulyadi, Prof Fachri Bey serta para aktivis, sahabat, dan pemerhati anak-anak lainnya untuk mendirikan YAMSA.

“Mpok” itu sendiri adalah panggilan khas Betawi kepada kakak perempuan, dan digunakan dalam pergaulan di YAMSA, karena YAMSA didirikan di ibukota Jakarta dengan latar belakang etnik Betawi.

Acara peluncuran YAMSA dan bakti sosialnya yang pertama sekaligus dalam rangka merayakan “Hari Anak-Anak Sedunia” dilakukan pada 20 November 2015 di SD Negeri 06 Pagi, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, selain juga dilakukan bakti sosial pengobatan gratis kepada masyarakat di lokasi Sumur Batu pada hari yang sama.

Disebutkan pula, YAMSA akan berkolaborasi serta bergandengan tangan dengan KPAI, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), yayasan dan lembaga sosial dan pemerhati anak serta Lions Club Jakarta Selatan Tulip dan Lions Club Jakarta Selatan Metteyya yang mewakili Lions Club Indonesia.

YAMSA adalah yayasan sosial nir laba yang lintas agama, lintas suku dan golongan serta lintas profesi dan lapis sosial dengan berfokus melakukan bakti sosial pada anak-anak yang termarjinalisasi karena tindak kekerasan.

Organisasi sosial ini terutama menyasar kalangan warga masyarakat menengah ke bawah untuk meningkatkan kesadaran atas hak-hak asasi anak Indonesia serta memberikan penyuluhan pencegahan tindak kekerasan dan tata cara pelaporan bila terjadi tindak kekerasan pada anak di lingkungan mereka.

Dalam jangka panjang YAMSA akan membangun “contact center” untuk pengaduan bagi korban tindak kekerasan pada anak-anak dan membangun tim konseling bagi korban, pelaku dan keluarganya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *