Istri Diselingkuhi, Wahyu Bunuh Markus

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Kasus raja pati terjadi di Semarang. Dibakar rasa cemburu karena istrinya diselingkuhi, Wahyu Ariyanato (33), warga Margorejo Timur, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur nekat membunuh Markus (38), warga Margorejo Timur RT 01 RW 05, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur.

“Saya merasa harga diri saya diinjak-injak. Dia (korban) selingkuhi istri saya. Setiap laki-laki pasti sakit,” ujar Wahyu saat ditemui di Mapolsek Gayamsari, Kamis (3/12).

Bacaan Lainnya

Perselingkuhan tersebut diketahui oleh Wahyu setelah sebelumnya ia merasakan kecurigaan terhadap sang istri. Ia kemudian mencari tahu dengan bertanya ke rekan kerja istri. Wahyu juga mengkroscek kecurigaannya itu langsung dengan istrinya. “Istri saya kalau pulang kerja dari pabrik selalu dijemput korban. Pas saya tanya ke istri, katanya cuma pertemanan biasa. Tapi pertemanan kok sampai begitu,” terang pria yan bekerja sebagai pemain musik di Kapal Roro jurusan Semarang-Pontianak tersebut.

Hal itu masih ditambah istri Wahyu yang sering tidak pulang ke rumah. Wahyu juga sempat melihat facebook istrinya dan dalam FB tersebut korban sempat berinteraksi dengan istri Wahyu dan mengajak pergi. “Saya lihat di FB, korban ngajak kencan ‘pergi sama saya saja’. Istri saya ternyata meladeni korban,” lanjutnya.

Kontan saja hal itu membuat Wahyu semakin geram. Terlebih, istrinya juga kabur dari rumah begitu perselingkuhannya diketahui. Puncak kecemburuan Wahyu terjadi pada pada 10 November 2015 lalu. Sekira pukul 05.30, Wahyu mendatangi rumah Markus yang berada di Margorejo Timur RT 01 RW 05, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur. Di rumah itu, Wahyu melampiaskan kecemburuan dan rasa sakitnya terhadap Markus.

Akibat kejadian itu, Markus harus menjalani perawatan intensif di RS Pantiwilasa dan RSUD Ketileng. Ia menderita luka tusuk pada bagian perut sebelah kanan, perut sebelah tengah, dan dada. Lengan korban juga terdapat luka lantaran menangkis ayunan pisau dapur tersangka. Markus akhirnya tewas pada 19 November 2015 setelah sembilan hari dirawat di rumah sakit. “Pagi itu saya spontan melakukannya, tidak pernah merencanakannya sama sekali,” ungkap Wahyu. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *