Tol Bawen Telan Tiga Nyawa

  • Whatsapp
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

UNGARAN, Jowonews.com-Tiga orang tewas sia-sia dalam insiden kecelakaan di jalan tol Ungaran-Bawen, tepatnya di KM 31 di sekitaran Lemah Ireng, Bawen, Kabupaten Semarang Kamis (3/12) pukul 02.00 WIB. Kecelakaan ini tidak banyak yang mengetahui sehingga data kepolisian pun minim. Saat ini polisi tengah berusaha keras melakukan penyelidikan untuk mendapatkan data selengkapnya.

Tiga orang korban kecelakaan ini diidentifikasi, Sutarto (52), warga Krasak RT 01 RW IV Desa Ledok, Argomulyo, Kota Salatiga, Sujiyah (55) warga Kalengen Kidul RT 4 RW II, Derdansari, Suruh, Kabupaten Semarang, dan Sri Sumiyati (47) warga Dusun Sukorejo RT 8 RW II, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Mereka dalam satu mobil jenis L300 nopol H 1891 YC bermuatan genteng yang dikemudikan oleh Sutarto.

Bacaan Lainnya

“Kami mendapatkan informasi dari TMJ, setelah kita tindak lanjuti lokasi kejadian sudah bersih dan mobil sudah dipinggirkan. Sementara itu korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Ken Saras,” ungkap Kanit laka Satlantas Polres Semarang, Ipda Adji Setiawan di Ungaran, Kamis (3/12) siang.

Petugas laka lantas juga terkendala minimnya penerangan di jalan tol Semarang-Bawen. Sehingga kesulitan mengumpulkan barang bukti di sekitar jalan tol ini. “Dokumentasi pun tidak jelas,” ungkapnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, mobil L300 ini berjalan dari arah Bawen menuju Semarang. Saat di tanjakan Lemah Ireng, mobil yang dikemudikan Sutarto ini berada di jalur ke dua dari tiga jalur yang ada. Ada kemungkinan mobil pick up ini menabrak kendaraan tak dikenal yang ada di depannya, sehingga bagian depan kendaraan mengalami rusak parah dan mengakibatkan ketiga orang di dalamnya meninggal dunia. “Petugas yang menolong akan kami undang, untuk kami mintai keterangannya serta kami juga minta rekaman CCTV di pintu masuk tol Bawen,” kata Aiptu Adji.

Terpisah, humas Rumah Sakit Ken Saras, Elsih Lestanti menyatakan salah satu korban kecelakaan Sri Sumiyati sempat dirawat di rumah sakit. Namun karena luka parah, dibagian kepala, kaki, tulang belakang dan tangan, korban akhirnya meninggal. “Sekitar pukul 09.00 diambil oleh keluarganya untuk dimakamkan,” ungkap  Elsih. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *