Bawaslu Pastikan Ada Serangan Fajar

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng memperkirakan menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember, akan terjadi serangan fajar di detik-detik terakhir menjelang pemungutan suara. Meski demikian, pergerakannya di bawah permukaan.

Koordinator Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng Teguh Purnomo mengatakan, dalam masa tenang pihaknya akan terus melakukan  pantauan. Serangan fajar atau yang biasa dikenal pemberian uang pada masyarakat kerap terjadi dan menjadi hal yang selalu ada saat pesta demokrasi.

Bacaan Lainnya

“Yang melakukan jelas oknum demi meraik pemenangan bagi calon yang didukungnya. Namun, kalau ada praktik yang ditemukan akan kami lakukan sanksi tegas, termasuk jika ada anggota Panwas yang tidak netral dalam menyikapi serangan fajar,” ungkap Teguh saat dihubungi Wawasan, kemarin.

Teguh berujar, ketidaknetralan Panwas tidak akan terjadi jika semua masyarakat ikut mengawasi dan berani menolak praktik politik uang. Menurut Teguh, Panwas sudah dibekali bagaimana cara menghadapi pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada.

“Serangan fajar tetap ada di 21 daerah. Bahkan di masa tenang pun sangat berpotensi sekali terjadi. Ketika ada indikasi praktik kecurangan dalam Pilkada, baik itu politik uang atau kampanye gelap. Panwas harus segera bergerak mengusut kemungkinan terjadnya hal tersebut,” tandasnya.

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Jateng Wahyudin Nooe Aly alias Goyud mengatakan, menyuikapi pesta demokrasi yang dilaksanakan serentak semeskina bukan membicarakan masalah menang atau kalah. Lebih dari itu, Pilkada semeskinya diciptakan untuk melahirkan pemimpin yang mampu memberikan solusi.

“Karena serempak, maka akan banyak tenaga yang dikeluarkan. Dalam melakukan pengawasan dan penyelenggaraan, kualitasnya tentu akan berbeda dengan yang dilakukan saat tidak serentak. Menyikapi masalah menang atau kalah, semeskinya tidak perlu melakukan praktik yang menodai martabat demokrasi,” terang anggota Komisi C DPRD Jateng itu.

Ia mengharap, penyelenggara Pilkada dan seluruh masyarakat di masa tenang Pikada mampu menjaga kekondusifitasan Pilkada. Meski tak ada greget dalam Pilkada, ia berharap angka partisipasi bukan menjadi indikator sukses atau tidaknya Pilkada berlangsung. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *