Bantul Siapkan Paket Pelatihan Perikanan Budidaya dan Nelayan

  • Whatsapp

BANTUL, Jowonews.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Tahun Anggaran 2016 menyiapkan sejumlah paket pelatihan bagi kelompok usaha bidang perikanan, baik pembudidaya maupun nelayan.

“Kegiatan pelatihan yang direncanakan di 2016, yaitu pelatihan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, pelatihan budi daya perikanan, dan pelatihan kader nelayan,” kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul Imam Subardiasa di Bantul, Senin.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan pelatihan-pelatihan bagi kelompok pembudidaya perikanan (pokdakan), kelompok pengolah dan pemasar (poklasar), serta kelompok nelayan itu, sudah disetujui dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul 2016.

Ia menyebutkan paket pelatihan budi daya perikanan dianggarkan Rp87 juta, paket pelatihan pengolahan dan pemasaran dianggarkan Rp287 juta, dan pelatihan kader nelayan dianggarkan Rp354 juta.

“Pelatihan pengolahan dan pemasaran diberikan kepada sekitar 900 orang, pelatihan budi daya perikanan untuk 70 orang, kemudian pelatihan kader nelayan ada empat jenis pelatihan. Total anggaran keseluruhannya sebesar Rp629 juta,” katanya.

Ia mengatakan sejumlah paket pelatihan usaha perikanan tersebut penting dilakukan, sebab selain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pelaku usaha perikanan, juga meningkatkan produksi ikan terutama bagi nelayan.

“Pelatihan kader nelayan juga ada yang berupa magang di kapal ikan kapasitas 30 groston, kemudian juga pelatihan Ankapin (Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan) dan Atkapain (Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan),” kata Imam.

Kasi Pengembangan Penangkapan dan Sarana Prasarana DKP Bantul Suprihadi Harja mengatakan jumlah nelayan yang mengandalkan potensi perikanan pantai Bantul sekitar 400 orang sudah termasuk awak perahu, sebagian mereka sudah berusia sekitar 50 tahun.

“Kami terus memberikan motivasi mereka untuk cintai laut dan potensinya, seperti beberapa bulan lalu, kami adakan kegiatan saka bahari di pantai utara Jawa Tengah, ada yang dilatih ke sana sekitar 30 orang,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *