Pemkab Karanganyar Minim Inovasi, Sektor Wisata Mandeg

  • Whatsapp
Juliyatmono-Rohadi Widodo
Juliyatmono-Rohadi Widodo

KARANGANYAR, Jowonews.com – Kalangan DPRD Karanganyar menilai pengembangan pariwisata di Karanganyar mandeg. Pasalnya tidak adanya kreativitas dan inovasi menjadi penyebab utama. Sehingga, potensi Bumi Intanpari yang indah dan eksotis tak tergarap dengan baik.

Wakil Ketua DPRD Eko Setiyono mengkritik keras terhadap kinerja sejumlah SKPD yang terkait dengan pengembangan potensi pariwisata. Dia menilai SKPD tidak serius dalam mengelola pariwisata. Karena menurutnya, pendapatan pariwisata dari tahun ke tahun tidak ada perkembangan signifikan.

Bacaan Lainnya

Padahal potensi pariwisata di Karanganyar sangat besar. “Sistem tata kelola pariwisata harus dirubah,” jelas Eko kemarin,(10/12). Menurutnya, ada beberapa aspek yang harus dilakukan supaya pariwisata Karanganyar mempunyai daya tarik lebih bagi wisatawan.

Mulai dari melibatkan ahli sebagai konsultan dalam menggali potensi yang ada. Kemudian meningkaktan kegiatan atau promosi wisata. Karena dengan cara itu, potensi akan semakin dikenal masyarakat luas. ”SKPD silahkan promosi wisata sebanyak-banyaknya, asalkan konsepnya jelas,” imbuh politisi Partai Golkar itu.

Selanjutnya menyiapkan sumber daya manusia agar ikut mendorong promosi pariwisata. Masyarakat yang berada di daerah wisata harus dilatih mengembangkan produk unggulan yang mempunyai nilai jual. Dia mencontohkan seperti di Kota Malang yang mempunyai makanan kas apel. Meski konsepnya sederhana, namun karena digarap maksimal bisa mendorong kunjungan wisatawan.

Nah kalau Karanganyar punya duren unggulan, itu harus dikemas. Bagaimana supaya duren menjadi produk olahan yang menarik dan punya nilai jual tinggi. Sebenarnya Karanganyar tidak berbeda jauh dengan daerah lain, tergantung kreatifitas dan inovasi dalam mengemas potensi wisatanya,” imbuhnya.

Sayangnya, dia melihat kreativitas dan inovasi itu belum dijalankan oleh SKPD terkait. Pengembangan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tapi SKPD terkait juga harus terlibat.

Seperti halnya Bapermasdes yang mempunyai peran mengembangkan SDM di desa wisata. Kemudian Dinsosnakertrans yang punya peran untuk melatih keterampilan masyarakat mengolah produk unggulan itu.

”Tinggal kemauan dari masing-masing SKPD. Banyak potensi tapi belum didata scara valid. Sehingga tidak ada pendampingan yang jelas. Kalau tidak dimulai dari sekarang ya hanya tinggal program saja,” terangnya.

Sementara itu, Pemkab berencana membenahi sistem pengelolaan pariwisata. Bupati Juliyatmono mengungkapkan, tahun depan akan mulai dibangun Terminal Wisata di Karangpandan. Terminal tersebut untuk mengelola pariwisata lebih terintegrasi.

Sejumlah paket pariwisata yang gencar dipromosikan meliputi Mbangunmakutoro. Yakni Matesih, Giribangun, Tawangmangu, Sukuh, Cetho, Sondokoro, Colomadu, Gondangrejo. ”Di sana tidak hanya terminal, tapi ada kuliner, souvenir produk unggulan, guide. Sehingga paketnya jelas,” terangnya. Untuk menyiapkan SDM, akan dibangun show room produk unggulan di setiap kecamatan. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *