Sungai di Salatiga Tercemar Limbah Ayam

  • Whatsapp
Sungai Jebol. (Dok.jowonews)
Sungai Jebol. (Dok.jowonews)

SALATIGA, Jowonews.com -Sejumlah sungai di Kota Salatiga tercemar limbah usaha. Salah satu yang berkontribusi besar dalam pemcemaran itu adalah usaha pemotongan ayam. Bila tidak segera diatasi, dikhawatirkan bisa menggangu kesehatan masyarakat.

“Dari hasil survei, banyak sungai yang tercemar limbah pemotongan ayam. Kami sudah memberikan teguran secara resmi terhadap pemilik usaha,” ujar Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Salatiga Prasetyo Ichtiarto kepada wartawan, Jumat (11/12).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam teguran pertama  disertai imbauan untuk membuat instalasi pengolahan limbah (IPAL) secara sederhana. Karena  menurut dia, tidak sulit membuat pengolahan limbah yang sederhana. ‘

‘Teguran pertama sudah kami layangkan, sekaligus memberikan saran bagaimana membuat pengolahan limbah sederhana, agar limbah kotoran ayam tidak masuk ke sungai,” ujar Presetyo

Dikatakannya,  peternakan yang  sudah ditegur tersebut antara lain berlokasi Ngaglik, Jalur Lingkar Selatan (JLS), Blotongan dan Tingkir. Ke empat peternakan ayam tersebut semuanya tidak memiliki pengolahan limbah tetapi langsung dibuang ke sungai.

“Berdasarkan laporan warga, pada musim kemarau lalu, limbah tidak bisa mengalir sehingga menimbulkan bau busuk. Demikian pula pada musim penghujan ini, kotoran mengalir ke hilir dan menimbulkan pencemaran di sepanjang aliran,” imbuhnya.

Prasetyo menyatakan akan memberikan tiga kali teguran tertulis. Pada teguran terakhir akan didatangi langsung. Kemudian, jia masih membandel maka pihaknya akan memberikan rekomendasi ke instansi terkait untuk mencabut izin usahanya.

”Kami masih menunggu sampai bulan depan, kalau tidak ada langkah untuk membuat pengelolaan limbah dan masih membuang ke sungai langsung diusulkan izin usaha dicabut,” tandasnya.

Dikatakan dia, tindakan tegas  ini bukan untuk menghalangi masyarakat menjalankan usahanya. Namun, ia berharap peternak mematuhi aturan demi lingkungan yang sehat. ”Kalaupun kesulitan membuat IPAL sederhana, kami bisa membantu,” jelasnya.

Selain limbah usaha pemotongan ayam dan peternakan, Prasetyo mengungkapkan, pencemaran juga disebabkan oleh limbah rumah tangga dan industri. Berdasarkan data KLH, sepanjang 60 kilometer atau 50% dari 120 km aliran sungai saat ini dalam kondisi tercemar.

”Dari hasil analisa di lapangan, limbah rumah tangga juga ikut berkontribusi pencemaran sungai. Dan bisa menyebabkan banjir  di saat musim penghujan ini,” pungkasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *