Tiga TPS Pemungutan Ulang

  • Whatsapp
Ketua KPU Jateng Joko Purnomo (Dok. Jowonews)
Ketua KPU Jateng Joko Purnomo (Dok. Jowonews)

SEMARANG, Jowonews.com – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Jateng menyisakan berbagai perkara. Sebanyak tiga tempat pemungutan suara di dua daerah harus dilakukan pemungutan suara ulang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo mengatakan, Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Pekalongan, dan Kebumen terpaksa harus dilakukan pemungutan ulang. Hal itu sudah sesuai dengan rekomendasi dari Panwaslu di masing-masing daerah.

Bacaan Lainnya

“Satu TPS di Kebumen, dan dua TPS di Kabupaten Pekalongan. Sudah disepakati untuk pemungutan ulang, karena ada temuan. Namun, kalau kasus yang di Bandar Harjo Kota Semarang Utara itu belum dapat kepastian apakah mau dilakukan pemungutan ulang,” terang Joko saat dihubungi wartawan, Jumat (11/12).

Joko menjelaskan, di Kebumen ada temuan satu TPS berdekatan dengan TPS lain, namun memiliki data satu orang yang sama. Sehingga, satu orang tersebut dipastikan sebagai pemilih ganda. Data temuan juga menunjukkan orang tersebut menggunakan hak pilihnya di kedua TPS yang berdekatan itu.

Sementara, di Kabupaten Pekalongan terdapat temuan ada warga yang menggunakan lembar C6 milik orang lain yang sedang berada di luar kota. Temuan tersebut kemudian membuat salah satu TPS di Kabupaten Pekalongan harus diulang. “Kami melakukan pemungutan ulang atas dasar temuan ketika ada yang tidak benar,” imbuh Joko.

Tiga TPS tersebut, terang Joko yakni di TPS 10 Desa Gemek Sekti, Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Selebihnya, di TPS 01 dan 02 Desa Timbangsari Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan.

Menanggapi selisih yang hasil perhitungan suara yang tak berjarak di Kabupaten Pekalongan, Joko tetap memepersiapkan kemungkinan. Ia tak menampik apa pun yang dilayangkan dalam gugatan pada KPU, akan tetap dilayani.

“Sekali pun selisihnya satu suara, tetap harus dilayani. Di Kabupaten Pekalongan itu selisihnya 2.741 suara. Maka nunggu nanti setelah Pleno penetapan KPU baru bisa dikatakan siapa yang menang,” ungkap Joko. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *