Masih Ada Penyelenggara Pilkada Berpihak

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Panwaslu Kabupaten Semarang mencatatat selama pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Semarang terdapat catatan penting untuk KPU Kabupaten Semarang. Pasalnya, dalam pilkada lalu, ada petugas PPK, PPS dan KPPS yang cenderung condong pada salah satu pasangan calon. Sehingga Panwas memeberikan rekomendasi pada KPU untuk mengganti oknum yang berpihak tersebut.

“KPU harus lebih selektif dalam merekrut PPK, PPS dan KPPS. Kami sempat memberikan rekomendasi ke KPU untuk mengganti karena cenderung memihak salah satu pihak,” ujar Rinaldi usai perhirungan rekapitulasi Pilkada Kabupaten Semarang, di Gedung DPRD Kabupaten Semarang, Ungaran, Rabu (16/12).

Bacaan Lainnya

Renaldi berharap, hasil catatan Panwaslu ini agar tidak terjadi pada pemilu mendatang. Sehingga pemilu dapat berjalan lancar tanpa halangan oknum-oknum yang berpihak sebelah. “Hanya catatan perekrutan ini agar menjadi koreksi kedepannya lebih selektif merekrut petugas di bawah,” kata Rinaldi.

Petugas yang tidak profesional ini akhirnya dapat diganti sebelum pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu. Selama pilkada ini ada tiga orang PPS yang diganti.

Rinaldi menyatakan memang ada beberapa kejadian yang menjadi kendala selama pilkada. Seperti masih adanya TPS-TPS yang kurang surat suara. Selain itu kesalahan memasukkan data-data administrasi ditingkat TPS.

“Pada prinsipnya hasil perhitungan yang dilakukan pada rekapitulasi ini sama hasil perhirungan pada C1 (tingkat TPS),” ungkapnya.

Hasil perhirungan rekapitulasi pasangan Mundjirin-Ngesti Nugraha menang dengan 316 ribu suara, sementara Nur Jatmiko-Mas’ud Ridwan mengumpulkan 170 ribu suara.

“Rekapitulasi ini merupakan proses tahapan menuju penetapan bupati dan wakil bupati,” ujar Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawa saat usah perhitungan rekapitulasi.

Berdasarkan perhitungan rekapitulasi tingkat partisipasi pemilih mencapai 70 persen.  Sementara 30 persen pemilih yang tidak hadir. “Angka partisipasi mencapai 70 persen ini sesuai dengan target partisipasi antara 70 hingga 75 persen. Meskipun KPU Pusat mentargetkan 77 persen, karena hal kami sesuaikan dengan kondisi yang ada di daerah Kabupaten Semarang,” ungkap Guntur. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *