Partisipasi Tertinggi, Tapi Suara Rusak di Boyolali Juga Tinggi

  • Whatsapp
KPU Boyolali menggelar rekapitulasi penghitungan suara Pilkada, Rabu (16/12).

BOYOLALI, Jowonews.com – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Boyolali 2015 tertinggi di Jateng, yaitu 79,27% atau atau 607.101 pemilih. Namun, suara tidak sah juga sangat tinggi, yaitu mencapai 13.573 suara. 

Hal tersebut terungkap dari rapat pleno terbuka tingkat kabupaten rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilkada Rabu (16/12). “Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak, di Boyolali merupakan yang tertinggi di Jateng, yakni sebesar 79,27%,” ujar Ketua KPU Boyolali, Siswadi Sapto Harjono, disela-sela rapat pleno tersebut. 

Bacaan Lainnya

Dari rekapitulasi tersebut, pasangan calon yang diusung PDIP, Seno Samodro-Said Hidayat berhasil menjadi pemenang dengan perolehan suara 413.572 suara atau 69,67%. Sedangkan pasangan Agus Purmanto-Sugiyarto yang diusung Gerindra, PKS dan PKB itu hanya memperoleh 179.956 suara (30,33%). 

Seno-Said berhasil meraih kemenangan di seluruh kecamatan atau 19 kecamatan. Kemenangan tertinggi di Kecamatan Musuk yang mencapai 85% dan terendah di Kecamatan Simo hanya 50,01% atau hanya terpaut sembilan suara dari suara pasangan Agus Purmanto-Sugiyarto. “Hasil Pleno ini akan kami umumkan secara resmi Jumat (18/12) besok,” kata Siswadi. 

Jika tidak ada perselisihan sengketa Pilkada atau gugatan, penetapan calon terpilih akan dilaksanakan KPU pada Senin (21/12) mendatang. Jadi ada waktu tiga hari bagi pasangan calon yang akan mengajukan gugatan ke MK.

Menanggapi tingginya suara rusak, Siswadi mengatakan kemungkinan karena kurang pemahaman dari pemilih, sehingga salah mencoblos dan dinyatakan suara tidak sah. Namun juga mungkin karena ada sebab lainnya, sehingga pemilih dalam memberikan hak pilih disengaja dirusak.

Meski demikian, ke depan pihaknya akan semakin mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat khususnya tentang tata mencoblos dalam Pemilu. Pihaknya menyayangkan tingginya suara rusak dalam Pilkada kali ini. 

Sementara terpisah politis PAN, Adha Nur Mujtahid, juga menyayangkan tingginya suara rusak tersebut. Dia menduga, hal itu terjadi karena pemilih kurang memahami cara mencoblos, sehinga salah dalam mencoblos.

“Mungkin juga tidak suka dengan kedua calonnya atau semua disukai, sehingga saat mencoblos kedua pasangan calon dicoblos,” katanya. 

Pihaknya meminta KPU ke depan semakin menggiatkan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada pemilih.

“Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman jika memilih pemimpin (Bupati) adalah untuk kepentingan kita bersama, kepentingan Kabupaten Boyolali untuk kelangsungan pembangunan lima tahun ke depan. Jadi partisipasi masyarakat juga perlu ditingkatkan lagi dalam Pilkada, ini PR kita bersama termauk partai politik,” tegasnya. (JN01/JN03) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *