Saksi Wali tak Mau Tandatangan Hasil Rekap

  • Whatsapp
widya daftar cabup kendal. (Foto : JN09)

KENDAL, Jowonews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal memberikan perpanjangan waktu selama tiga hari bagi pasangan calon (paslon) yang tidak puas dengan perselisihan hasil pemilihan (PHP) terhadap penghitungan pemungutan suara yang dilakukan KPU.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Kendal Wahidin Said dalam ‘Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kendal Tahun 2015’ yang digelar di Aula KPU Kendal, Kamis (17/12.

Bacaan Lainnya

Pengajuan gugatan bisa dilakukan mulai Kamis (17/12) kemarin hingga tiga hari ke depan. Jika selama tiga hari tersebut tidak dilakukan gugatan, KPU akan menetapkan pemenang Pilkada Kendal pada Selasa (22/12).

Setelah penetapan akan diserahkan ke Pemkab Kendal untuk proses selanjutnya ke Kemendagri.

“Jika terjadi gugatan, akan dilaksanakan sesuai prosedur. Kami juga meminta maaf, jika target partisipasi tidak sesuai harapan. Target kami waktu itu sebesar 77,5 persen. Namun, realisasi tingkat partisipasi masyarakat hanya sekitar 67 persen,” tuturnya.

Setelah melakukan proses rekapitulasi hingga sore hari, pasangan Widya-Hilmi memperoleh 176.087 suara dan Mirna-Masrur 289.970 suara dan suara sah sebanyak 466.957 suara. Pasangan calon nomor urut dua tersebut, menang di 20 kecamatan di Kabupaten Kendal.

Setelah itu dilakukan penandatanganan oleh Ketua KPU Wahidin Said dan anggotanya, serta saksi dari pasangan nomor urut dua.  Saksi nomor urut satu tidak mau membubuhkan tanda tangan di hasil rekapitulasi.

“Saya hanya diminta tidak menandatangani hasil plano. Tadi juga telah saya sampaikan ke forum. Saya hanya menjalankan tugas,” kata Intan salah satu saksi dari Wali yang hadir. (JN01/JN03)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *