Selesai Dibangun Jembatan Darurat Ambrol

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Jembatan darurat di Dusun Blimbing, Desa Sidoarjo, Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang yang baru selesai dibangun beberapa minggu lalu, Rabu (16/12) malam runtuh/ambrol. Runtuhnya jembatan yang dibangun dengan dana APBD Kabupaten Semarang senilai ratusan juta itu diduga karena pondasi jembatan tidak kuat. Akibatnya saat air sungai meluap tiang pondasi itupun ambrol karena tidak kuat menahan beban.

Padahal jembatan tersebut menjadi satu-satunya sarana transportasi masyarakat dari Kecamatan Susukan ke Kecamatan Suruh dan Kota Salatiga. Sehingga masyarakat kesulitan untuk beraktivitas, khususnya kendaraan jenis mobil. Jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 5 meter itu sekarang ditutup untuk dilintasi mobil dan hanya dilewati sepedamotor saja.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun, rusaknya jembatan tersebut terjadi ketika air sungai meluap saat terjadi hujan deras sore hingga malam kemarin. Derasnya arus sungai tersebut menyebabkan dua tiang penyangga jembatan darurat dari batang kelapa hanyut diterjang air.

“Baru beberapa waktu lalu jembatan itu selesai dibangun. Tahu-tahu saat air sungai meluap jembatan darurat itu rusak. Saat ini kondisinya rusak dan berbahaya. Tetapi tetap digunakan, sebab jalan alternatif lain sangat jauh bisa sampai 7 kilometer,” ungkap Supandi, 55, warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Kamis (17/12).

Kapolsek Susukan, AKP Naf’an menambahkan, kondisi jembatan saat ini rusak parah sehingga membahayakan untuk dilintasi kendaraan berat. Kendati demikian masyarakat masih nekat melintas di jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa itu. Sebab jalan tersebut menjadi akses terdekat untuk bepergian. Untuk mencegah jatuhnya korban, polisi meminta warga melintas bergantian. Selain itu melarang mobil melintas di jembatan tersebut.

“Rambu peringatan sudah kami pasang. Kami mencegah adanya penumpukan diatas jembatan untuk mengurangi beban. Sebab jembatan tidak kuat menahan beban yang berat karena kondisi jembatan rusak, jadi mobil kami larang melintasi jembatan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon kelapa itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Semarang karena sebelumnya jembatan utama roboh karena diterjang derasnya air sungai. Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jebatan tersebut menjadi satu-satunya akses antar kecamatan. Sekalipun ada jalan alternatif lain, namun jaraknya sejauh sekitar 7 kilometer. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *