Perajin Serat Alam Kulon Progo Kesulitan Bahan Baku

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Perajin serat alam Desa Salamrejo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak menambah jumlah produksi kerajinan untuk persediaan libur sekolah, Natal dan Tahun Baru 2016 karena mengalami kesulitan bahan baku.

Pemilik Tukiyo Handycraft Salamrejo, Tukiyo, di Kulon Progo, Jumat, mengatakan pihaknya menolak banyak permintaan dari perdagang di sekitar Kota Yogyakarta dan dari daerah lain.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak menambah stok kerajinan. Sebenarnya pesanan sangat banyak dan kami menolak pesanan karena bahan baku susah dan harga bahan baku naik,” kata Tukiyo.

Ia mengatakan, dirinya kewalahan memenuhi permintaan dari eksportir hingga pedagang dari Bali, Jakarta, dan Bandung.

“Kami setiap bulan mendapatkan pesanan antara 1.200 hingga 1.500 pieces. Tapi, hanya mampu memproduksi antara 75 hingga 80 persen,” katanya.

“Kami kewalahan memenuhi pesanan tas atau kerajinan serat alam setiap bulannya,” katanya.

Perajin serat alam lain, di Desa Salamrejo, Wartini mengatakan, dirinya mengalami kesulitan mengakses modal di bank. Rencananya, modal tersebut untuk memperbesar usahanya dan menambah stok bahan baku dan kerajinan.

“Kami mendapat catatan merah dari bank karena sering telat membayar angsuran. Hal ini membuat saya kesulitan mengakses modal dari perbankkan,” katanya.

Ia mengatakan, permintaan kerajinan dari pedagang dari luar kota sangat tinggi. Tapi karena kesulitan modal, dirinya tidak dapat menambah jumlah produksi.

“Kami hanya melayani permintaan yang sudah membayar 30 persen dari nilai pesanan. Uang tersebut untuk modal bahan baku dan membayar karyawan,” kata dia.

Meski kesulitan modal, ia mengatakan dirinya tetap melakukan inovasi kerajinan serat alam supaya tetap digamari konsumen. Ia tetap mempertahankan kualitas bahan baku dan produknya.

“Kami menyadari keterbatasan modal ini membuat produksi tidak banyak. Untuk itu, kami menekankan pada kualitas produk dan inovasi produk yang digemari di pasaran,” kata Wartini.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *