PAUD IT Asy Syaffa Magelang Gelar Khitanan Massal Yatim dan Dhuafa

  • Whatsapp

MAGELANG, Jowonews.com – Paguyuban Orang Tua dan Guru PAUD IT Asy Syaffa’ 2 Kota Magelang menggelar Khitan Massal untuk kalangan Anak Yatim dan kaum Dhuafa pada Sabtu (19/12) bertempat di lingkungan sekolah PAUD IT Asy Syaffa’ 2 Kota Magelang. Kegiatan yang mengambil tema menyempurnakan ibadah dengan berbagi bersama anak yatim dan kaum dhuafa ini merupakan kali keduanya yang pernah diselenggarakan pihak POMG.

Berbeda dari tahun sebelumnya, khitan massal tahun ini berhasil merangkul lebih banyak peserta yaitu hingga 50 anak. Peserta yang merupakan anak usia antara 10-13 tahun ini berasal dari Kota dan Kabupaten Magelang.

Bacaan Lainnya

“Tujuan POMG menyelenggarakan kegiatan ini adalah untuk mengajak kerjasama pada masyarakat untuk membantu menyempurnakan ibadah anak yatim dan kaum dhuafa melalui penyelenggaraan khitan massal ini,” ungkap Dewi, ketua panitia kegiatan yang juga mengisahkan jika POMG mendapat bantuan dana dari orang-orang yang baik hati untuk mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Agenda diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan dari ketua komite, Lukman Al Hakim; Ketua Bidang Pendidikan Non Formal (PNF), Sahid; dan Ketua bidang Pendidikan Yayasan Ihsanul Fikri, Arifin Mustofa.

Pembacaan doa yang dipimpin Bambang Purnomo, dan penyerahan kenang-kenangan khitan massal secara simbolis dari kepala sekolah PAUD IT Asy Syaffa’ 2 Kota Magelang, Siti Banatun Nafi’a kepada beberapa perwakilan peserta, kemudian dilanjutkan foto bersama semua peserta khitan massal.

“Terselenggaranya agenda ini benar-benar merupakan sebuah berkah dari Allah bagi kami, tentunya juga terima kasih kepada POMG yang sudah menginisiasi terselenggaranya khitan massal,” ungkap Afi’ dalam sambutan singkatnya.

Ainun Nur Aziz (13), anak ketiga dari tiga bersaudara yang beralamat di Kiringan, Kalegen, Bandongan mengaku deg-degan saat ditanya begaimana perasaannya akan dikhitan. Aziz juga sudah mendapat nasihat dari orang tuanya agar tidak terlalu banyak minum air putih, agar lukanya bisa lebih cepat kering.

SedangkanAhmat Mustofa (12), anak keempat dari empat bersaudara asal Kajoran mengaku senag bisa ikut khitan massal karena temannya banyak, gratis dan juga merasa tidak sakit.”Ikut khitan massal banyak temannya, nggak bayar, dan Ga kerasa sakit sama sekali,”ungkap Tofa yang mengikuti khitan atas kemauannya sendiri dengan ditemani ayahnya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *