33 Suporter Bonek Jadi Tersangka

  • Whatsapp

SRAGEN,Jowonews.com – Sejumlah 33 suporter bondo nekat (Bonek) secara resmi ditetapkan tersangka dalam pengeroyokan yang menyebabkan dua suporter Aremania tewas. Seluruh tersangka saat ini berada di tahanan Mapolda Jateng, sejak Senin (21/12).

Sedangkan para tersangka dipisah menjadi dua perkara dengan lokasi kejadian pertama di SPBU Jatisumo, Sambungmacan, Sragen dan NGlorog, Sragen kota, Sragen.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo didampingi Wakapolres Sragen Kompol Yudy Arto Wiyono menjelaskan,para tersangka dipisah menjadi dua kelompok, di mana 17 tersangka diperiksa terkait kejadian di SPBU Jatikusumo dan 16 tersangka lain diperiksa tentang kejadian di bengkel
tambal ban Nglorog, Sragen.

Barang bukti yang disita polisi cukup banyak yaitu berupa senjata tajam seperti parang, pisau, kemudian ketapel, pelek ban, balok kayu, dan senjata lain yang biasa digunakan untuk tawuran. Para tersangka diperiksa dalam dua berkas berbeda sesuai TKP.

“Sedangkan pemindahan para tersangka ke POlda Jateng, karena untuk antisipasi balas dendam dari pihak suporter arema,” jelas Kompol Yudy.

Akibat pengeroyokan tersebut, dua orang meninggal, tujuh luka-luka, dan empat kendaraan rusak. Korban tewas suporter Arema bernama Eko Prasetyo alias Jum (35) warga Desa Sebaluh, Malang, yang dipukul batu paving di kepala. Korban lainnya Slamet (24) warga Pohgajih, Kecamatan Selorejo, Blitar, tewas ditusuk senjata tajam.

Anggada, salah satu penumpang bus wisata suporter arema menuturkan, selain bus yang ditumpanginya, para bonek selain menyerang mereka juga merusak sebuah bis pariwisata lainnya yang berisi anak-anak sekolah dasar (SD).

Bus ini pun, kata dia, juga sempat menjadi sasaran pelemparan oleh para Bonek. Namun dia tidak tahu lebih jauh soal nasib mereka. Karena yang ada dalam benaknya hanya nasib rombongannya yang berasal dari satu kampung.

Barulah setelah para Bonek itu pergi semua, saya berani mendekat ke bus. Saya baru menyadari ternyata teman saya, atas nama Eko Prasetyo telah meninggal,”katanya.

Hal serupa juga diakui, penumpang lainnya, Rius, warga Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, tujuan mereka ke Yogyakarta tujuan utama bukan menonton bola, tetapi untuk berwisata ke Parangtritis. Dia sangat menyayangkan kejadian itu hingga menyebabkan temannya tewas.

“Semua rombongan tidak ada yang membawa atribut, suporter dan lainnya yang berkaitan dengan bola. Rombongan kami bukan suporter,” kata Rius. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *