Lahan Perkebunan Teh Di Kulon Progo Menyusut

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Luas lahan perkebunan teh di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penyusutan karena masyarakat menebangi tanaman teh dan menggantinya dengan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi.

Ketua KUB Menoreh Jaya Kulon Progo Murtiyono di Kulon Progo, Selasa, mengatakan awalnya kebun teh di Kecamatan Gimulyo dan Samigaluh seluas 700 hektare, sekarang tinggal 136 hektare, namun yang produktif hanya 55 hektare “Teh merupakan tanaman andalah di Kabupaten Kulon Progo yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani. Namun dalam perjalanan waktu arena kebun teh tinggal 136 hektare,” kata Murtiyono.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan petani tidak melakukan budi daya teh dengan baik karena kekurangan modal untuk membeli bibit dan pupuk, harga teh yang rendah sehingga petani lebih tertarik mengembangkan komoditas lain yang memiliki nilai jual tinggi. Akibatnya, banyak petani yang menelantarkan kebun teh dan mengganti dengan komoditas lain.

“Kami mengharapkan ada kenaikan harga teh ditingkat petani,” katanya.

Dalam rangka pengembangan kawasan kebun teh, ia mengatakan masyarakat secara mandiri mengembangkan agrowisata berbasis kebun teh di Tritis dan Nglinggo, Kecamatan Samigaluh.

“Kami mohon pemerintah memberikan bantuan pengembangan wisata berbasis kebun teh,” katanya.

Ketua Asosiasi Petani Teh Kulon Progo Wakiyat mengharapkan harga teh ditingkat petani dinaikan menjadi Rp1.500 hingga Rp1.600 per kg dari Rp1.000 per kg.

Menurut dia, harga teh di Kabupaten Kulon Progo sangat rendah dibandingkan di Bandung (Jawa Barat) dan Batang (Jawa Tengah). Harga teh di dua provinsi ini berkisar Rp2.500 hingga Rp3.000 per kg.

“Harga teh disini masih murah. Harapan kedepannya, harga teh di Kulon Progo menyamai daerah lain,” kata Wakiyat.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *