Ancelotti: “Kurangnya Motivasi” Menyebabkan Mourinho Dipecat

  • Whatsapp

BERLIN, Jowonews.com – Sosok yang akan menjadi pelatih baru Bayern Munich Carlo Ancelotti meyakini bahwa “kurangnya motivasi” dalam tim di klub lamanya Chelsea merupakan penyebab Jose Mourinho kehilangan pekerjaan.

Mourinho dipecat pada pekan lalu di mana Chelsea mengambang di atas zona degradasi di Liga Utama Inggris, hanya tujuh bulan setelah mereka memenangi gelar.

Bacaan Lainnya

“Ketika berbagai hal berjalan dengan baik, terdapat resiko sikap santai; ketika berbagai hal berlangsung buruk, tentu saja terjadi kurang percaya diri,” kata Ancelotti kepada Goal.com.

“Pelatih harus selalu menjaga keseimbangan yang bagus pada masalah itu, mengangkat level kepercayaan diri khususnya ketika beberapa hal tidak berjalan dengan baik.” “Itulah hal yang sedikit harus dibayar Mourinho, fakta bahwa timnya tidak melakukan start seperti tahun lalu, ketika mereka memiliki hasrat bagus untuk tampil baik setelah tahun yang buruk.” “Tahun ini yang terjadi justru sebaliknya; ia membayar untuk kurangnya motivasi di antara para pemain.” Ancelotti mengetahui semua hal mengenai pemecatan di Stamford Bridge — ia memenangi dua gelar pada musim pertamanya di Chelsea pada 2009/2010 namun kemudian dipecat ketika pada musim selanjutnya mereka menyelesaikan musim di peringkat kedua.

Pria 56 tahun itu akan mengambil alih komando kepelatihan di Bayern pada akhir musim ini dengan kontrak tiga tahun untuk menggantikan Pep Guardiola, yang pada akhir pekan ini mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri.

Mantan pelatih Real Madrid itu mengatakan ia akan menghabiskan beberapa bulan ke depan untuk mempelajari bahasa Jerman, ketika ia mempersiapkan diri untuk pengalaman perdananya di Liga Jerman.

“Hal yang memperkaya saya pada sebagian besar dari beberapa tahun terakhir yakni tanpa ragu adalah mendapat pengetahuan mengenai kebudayaan-kebudayaan berbeda, adat di berbagai negara,” kata Ancelotti, yang juga pernah melatih Paris St Germain sejak meninggalkan kampung halamannya.

“Saya percaya bahwa hal ini menjadi pengalaman bagus di Jerman; sangat menarik. Mempelajari bahasa Jerman? Saya telah memulainya. Saya dapat mengonfirmasi bahwa itu tidak mudah!” “Hal penting, tentunya, adalah menemukan hubungan pemain-pelatih yang bagus dan untuk menerapkan keyakinan Anda, meyakinkan para pemain untuk menerapkan ide-ide Anda.”   (Jn16/ant/AFP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *