Borobudur Sambut Wisatawan Liburan Akhir Tahun

  • Whatsapp

MAGELANG, Jowonews.com – Momentum liburan akhir tahun bersamaan libur anak sekolah dengan libur Natal dan Tahun Baru selalu dimanfaatkan pengelola objek wisata untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya.

Pengelola objek wisata saling berlomba untuk menarik wisatawan dengan menyajikan wahana baru atau menyelenggarakan pentas hiburan di lokasi wisata untuk meramaikan suasana liburan menjadi semakin meriah.

Bacaan Lainnya

Saat libur panjang merupakan kesempatan besar bagi pengelola objek wisata menjaring wisatawan, apalagi jika target pengunjung mereka belum terpenuhi, tentu dengan sekuat tenaga mereka akan mempromosikan objek wisatanya.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur tahun ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan maupun kesenian untuk mengisi liburan di kawasan candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pariwisata, Badan Usaha Milik Negara itu berusaha memberikan pelayanan prima kepada wisatawan yang berkunjung, terutama pada masa ramai pengunjung libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 yang ditetapkan selama 15 hari, sejak 19 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016.

Direktur Operasional PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Retno Hardiasiwi, mengatakan Taman Wisata Candi Borobudur menargetkan jumlah wisatawan selama masa ramai pengunjung libur Natal dan Tahun Baru 2016 sebanyak 525 orang.

“Puncak kunjungan kami prediksi terjadi pada 26 Desember 2015 sebanyak 42.000 wisatawan,” katanya.

Ia menuturkan guna mememberikan layanan prima dan hiburan menarik bagi wisatawan, pada liburan kali ini pihaknya lebih banyak menampilkan kesenian tradisional masyarakat di sekitar Candi Borobudur.

Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Chrisna Murti Adiningrum mengatakan selama masa ramai pengunjung pada liburan Natal dan Tahun Baru 2016, TWCB menggelar beberapa atraksi tambahan untuk menghibur wisatawan.

Ia menyebutkan atraksi berupa pentas seni rakyat yang menampilkan karya seni masyarakat Borobudur, antara lain wayang kulit, reog, cokekan, keroncong, gending rohani, dan drama kelahiran Yesus.

Ia menuturkan lokasi atraksi kesenian tersebut berada di Panggung Lumbini, Museum Borobudur, dan sekitar pohon beringin plasa dalam.

“Kami melibatkan masyarakat Borobudur, memberikan kesempatan kepada warga Borobudur untuk berkreasi menampilkan hasil karya kreativitas mereka sehingga wisatawan memiliki wawasan baru bahwa Borobudur tidak hanya memiliki candi saja, namun juga memiliki potensi wisata lain yang membanggakan dari masyarakat Borobudur,” katanya.

Selain menampilkan kesenian tradisional, katanya, juga digelar pameran produk unggulan potensi Desa Borobudur di bidang kerajinan, kuliner, dan hasil bumi.

“Hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian TWCB dalam membantu mempromosikan beragam potensi desa di sekitar Borobudur,” katanya.

Ia mengatakan seluruh sajian atraksi tambahan tersebut disediakan secara khusus untuk menghibur pengunjung, sebagai bentuk pelayanan TWCB terhadap wisatawan. Wisatawan bakal mendapatkan manfaat lain ketika berkunjung ke Candi Borobudur.

“Kami juga memiliki wahana wisata lain, seperti film sejarah Borobudur di ruang audio, kereta wisata, delman, andong tilik ndeso, sepeda wisata, dan gajah tunggang,” katanya.

Selain menampilkan sejumlah kesenian tradisional, pada liburan kali ini para petugas Taman Wisata Candi Borobudur berpenampilan lain dari hari-hari biasanya, yakni mengenakan pakaian adat Jawa dalam menyambut wisatawan.

“Kami berusaha memberikan layanan terbaik menyambut kedatangan wisatawan, salah satunya penampilan petugas kami dengan mengenakan busana Jawa,” kata Chrisna.

Ia mengatakan bahwa petugas yang berada di lapangan semua mengenakan busana Jawa, mulai dari petugas di pintu masuk hingga para petugas keamanan.

“Termasuk para pawang gajah yang melayani wisatawan yang ingin naik gajah, juga mengenakan pakaian Jawa,” katanya.

Dalam menyambut liburan akhir tahun kali ini, kata dia, ada sesuatu yang berbeda dengan tahun lalu, yakni setiap pagi dilakukan kirab gajah diikuti para pengisi kesenian dan sejumlah petugas yang mengenakan pakaian adat Jawa.

“Kami juga menempatkan petugas di Museum Borobudur untuk menerima masukan atau komplain dari para pengunjung demi peningkatan layanan ke depan,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *