70 KK di Sragen Gagal  Transmigrasi

  • Whatsapp
TUNGGU AIR:Warga Dusun Grabagan dan Brakbunder, Desa Katelan, Kecamatan Tangen,Sragen menunggu bantuan air di tepi jalan desa setempat
TUNGGU AIR:Warga Dusun Grabagan dan Brakbunder, Desa Katelan, Kecamatan Tangen,Sragen menunggu bantuan air di tepi jalan desa setempat

SRAGEN, Jowonews.com – Sebanyak 10 Keluarga dari sejumlah kecamatan di Bumi Sukowati diberangkatkan menuju Unit Perumahan Transmigrasi (UPT) di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka menyisihkan 80 keluarga yang ikut mendaftar.

Namun dari hasil seleksi hanya 10 KK yang berhasil diberangkatkan. Sebelum diberangkatkan, para transmigran dikumpulkan di Balai Pelatihan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah bersama dengan calon dari Kabupaten Kota lain.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen Sarwaka melalui Kabid Transmigrasi Handoko mengatakan, rata-rata motivasi transmigrasi karena faktor ekonomi. Selain itu, di daerah asal dirasa tidak maju karena ketiadaan lahan.

”Tahun ini kita berangkatkan 10 KK di dua tempat, 7 KK di Kapuas Hulu, Kalbar dan 3 KK lainnya di Sulsel,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Setiap tahun, kata Handoko, peminat keluarga yang hendak melakukan transmigrasi cukup tinggi. Selain mendapatkan modal usaha uang sebesar Rp 2,5 juta, masing-masing keluarga nantinya juga akan mendapatkan lahan untuk diolah. ”Nanti untuk yang kapuas per keluarga mendapatkan lahan 2 hektare, serta tanah dan pekarangan. Begitu juga dengan Soppeng. Ini merupakan program dari Pusat,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Disnakertrans, di wilayah Kapuas masih didominasi lahan gambut sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya daun puri sebagai bahan pengusir nyamuk. Sementara di Soppeng layaknya seperti di Kecamatan Sambirejo dapat dimanfaatkan untuk perkebunan seperti cengkeh dan jagung. ”Disana lokasi transmigrasi, sejumlah fasilitas pendidikan, tempat ibadah, listrik sudah disediakan,” paparnya.

Pihaknya menegaskan, keluarga yang diberangkatkan menuju dua lokasi transmigrasi itu sudah menjalani seleksi dari 80 pendaftar yang masuk kriteria.

Calon transmigran asal Desa Gebang, Kecamatan Sukodono Salim, 34, mengaku ingin merubah nasib di perantauan. Dirinya merasa tidak ada perkembangan di Kabupaten Sragen. ”Kami ini lebih maju di kampung kami sudah biasa bertani. Seluruh keluarga semuanya saya ajak,”ujarnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *