Catatan Akhir Tahun – Harapan Pemkab Bantul Terhadap Pembangunan Jalur Selatan

  • Whatsapp

BANTUL, Jowonews.com – Proyek Jalur Jalan Lintas Selatan yang melintasi sepanjang kurang lebih 13 kilometer wilayah selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih dalam proses pembangunan serta sebagian masih dalam tahap pembebasan lahan.

Sebagai proyek jangka panjang pemerintah pusat, tentunya pemerintah daerah memiliki harapan ketika Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sudah beroperasi karena selain berdampak pada kemudahan akses transportasi juga mendorong pembangunan perekonomian masyarakat pesisir.

Bacaan Lainnya

Apalagi, JJLS tersebut akan menjadi jalur selatan yang menghubungkan berbagai daerah selatan Jawa, dan di wilayah DIY akan melintasi tiga kabupaten yaitu, berturut-turut dari timur Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.

Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Suwito, JJLS yang melintasi selatan DIY bisa dioptimalkan sebagai jalur transportasi bagi masyarakat setempat menuju Bandara yang juga rencananya akan dibangun di Kabupaten Kulon Progo.

“Dengan keberadaan bandara di Kulon Progo itu kami harapkan JJLS bisa berfungsi optimal, mulai dari timur sampai barat,” katanya.

Ia juga mengatakan, saat ini, JJLS di wilayah Bantul yang sudah direalisasikan hingga sebalah timur pantai Samas Kecamatan Sanden sampai Pantai Pandansimo, Kecamatan Srandakan Bantul masih sepi dari aktivitas maupun lalu lintas kendaraan.

“Tidak hanya berfungsi optimal, di kawasan JJLS bisa berkembang mulai dari arah timur sampai barat, karena itu akan menjadi jalur utama,” katanya.

Kepala Dishub Bantul Suwito mengatakan untuk makin mengoptimalkan fungsi JJLS, pihaknya memiliki keinginan membangun terminal tipe B di JJLS, dan sedang melakukan kajian terhadap pembangunan terminal sebagai tempat pemberhentian angkutan yang melintas di kawasan tersebut.

“Di Bantul sudah ada terminal tipe B di Palbapang, sehingga mungkin saja (terminal) bisa dibangun di JJLS, baik untuk angkutan barang maupun penumpang, karena kalau lewat JJLS perlu terminal,” katanya.

Ia mengatakan kawasan yang paling cocok untuk dibangun terminal di kawasan JJLS adalah di wilayah Kecamatan Sanden karena menurutnya berada di tengah-tengah antara tiga kabupaten wilayah selatan DIY tersebut.

“Namun itu perlu dilakukan studi, kalau seandainya ada terminal di Sanden bagaimana, itu tergantung kebijakan dari Pemda DIY, karena mulai tahun ini kebijakan mengenai tata ruang ditarik provinsi (DIY),” katanya.

Permudah akses wisatawan pantai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo mengatakan meski JJLS di wilayah Bantul belum selesai seratus persen dan hanya di sisi barat, namun jalur selatan yang telah difungsikan setahun ini bisa mempermudah akses wisatawan menuju sejumlah objek wisata pantai selatan.

“Kapasitas jalan sangat berpengaruh, makanya adanya JJLS itu, kami harap pantai sebelah barat juga dikunjungi wisatawan, karena aksesnya lebih gampang,” kata Bambang.

Di sebelah selatan JJLS itu setidaknya terdapat lima objek wisata pantai selatan bagian barat Bantul yang mudah dijangkau dari jalur tersebut, yakni Pantai Samas, Pantai Gua Cemara, Pantai Kuwaru, Pantai Pandansimo dan Pantai Baru.

Apalagi, menurut dia, selama ini ketika sebelum ada JJLS pengunjung pantai tersebut belum terlalu signifikan, makanya diharapkan wisatawan tidak terkonsentrasi di pantai sebelah timur saja, melainkan juga di pantai sebelah barat dikunjungi.

Dengan demikian, pihaknya juga optimistis tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata pantai tersebut dari waktu ke waktu makin meningkat dibanding tahun sebelumnya, meskipun tidak sebesar tingkat kunjungan ke kawasan Pantai Parangtritis dan Depok.

“Apalagi sekarang setiap wisatawan bisa membeli satu karcis sudah bisa menikmati lima objek wisata pantai, mulai dari Samas sampai Pandansimo, tinggal masuknya terserah lewat tempat pemungutan retribusi (TPR) mana,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan JJLS yang dibangun di kawasan pantai selatan DIY bisa menghubungkan kawasan industri Pajangan yang ada di Kabupaten Bantul dengan kawasan industri di Kulon Progo.

“Kami sedang siapkan kawasan industri di Pajangan dan Sedayu, kemudian di Kulon Progo juga ada kawasan industri, harapannya JJLS (jalur jalan lintas selatan) itu bisa jadi penghubung,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono.

Pemkab Bantul sudah memiliki konsep pembangunan kawasan industri di Bantul dalam beberapa tahun ke depan dan berencana mendesain ulang rencana tata ruang wilayah (RTRW) di beberapa kawasan.

Sekda Bantul mengatakan, direncanakan kawasan industri di Bantul selain di wilayah Kecamatan Piyungan atau Bantul bagian timur juga ada di Bantul sisi barat yakni Pajangan dan Sedayu.

“Intinya kawasan industri di Sedayu dan Pajangan akan bisa terkoneksi dengan (kawasan industri) yang ada di Kulon Progo. Ini juga dalam rangka persiapan itu (pembangunan JJLS),” kata Toni sapaan akrab Sekda Bantul itu.

Selain menghubungkan antarkawasan industri di dua kabupaten wilayah DIY ini, proyek jalan jangka panjang pemerintah pusat juga menghubungkan dengan bandara internasional yang juga akan dibangun di Kulon Progo.

“Nantinya juga akan ada jembatan baru di wilayah Srandakan (Bantul) selatan dengan JJLS itu, kalau aksesnya sudah terbuka saya kira tidak ada kendala,” kata dia.

Sebagai jalur alternatif Selain sebagai akses transportasi pengubung antarkabupaten, jalur wisatawan serta akses menuju bandara, JJLS tersebut juga bisa digunakan sebagai jalur alternatif untuk pengalihan kepadatan arus lalu lintas saat arus mudik maupun balik Idul Fitri yang datang dari arah barat melalui jalur selatan di wilayah tersebut.

“Saat arus mudik dan balik Lebaran, kami akan berupaya membangkitkan ekonomi `kidulan` (selatan), jadi ketika terjadi kepadatan arus mudik dari arah barat kami alihkan melalui jalur selatan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Suwito.

Menurut dia, setiap menjelang Lebaran, sepanjang Jalan Wates, Sedayu menjadi jalur utama bagi pemudik yang datang dari barat seperti Purworejo dan sekitarnya, sehingga jalan nasional penghubung antarkabupaten itu selalu ramai dipadati kendaraan pemudik.

Ia mengatakan, langkah yang dipersiapkan untuk mengalihkan kepadatan lalu lintas arus mudik di jalan tersebut di antaranya dengan menyiagakan personel lalu lintas di simpang Toyan Kulon Progo, termasuk menyiapkan rambu-rambu portabel untuk pengalihan arus.

Upaya pengalihan arus mudik dan balik Lebaran melalui jalur selatan selain untuk mengurai kepadatan lalu lintas juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Bantul bagian selatan terutama pedagang yang menjajakan makanan di kawasan itu.

“Apalagi jalur jalan lintas selatan (JJLS) sudah jadi, sehingga harapannya pemudik juga beristirahat di jalur selatan, dan memberikan dampak positif bagi pedagang,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bantul kmenyiapkan tiga pilihan untuk penyelesaikan pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS) di wilayah Bantul sisi timur atau di Kecamatan Kretek yang sebagian wilayahnya terdapat kawasan perbukitan.

“Ada tiga opsi yang akan ditempuh untuk pembangunan JJLS di Kretek, yakni naik, dibuatkan terowongan atau jalan yang ada di pinggir pantai diperlebar,” kata Sekretaris Daerah Bantul Riyantono.

Proyek JJLS telah direalisasikan di sisi barat yakni wilayah Kecamatan Srandakan hingga Sanden, sementara di sisi timur wilayah Kretek yang berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul masih diupayakan dan dicarikan solusi mengingat lokasinya berbukitan.

“Semua opsi memungkinkan untuk diambil, hanya saja perlu ada kajian terkait dampak yang ditimbulkan maupun kebutuhan anggaran, namun yang paling memungkinkan adalah melebarkan jalan di tepi pantai selatan,” katanya.

Dari sisi anggaran tidak membutuhkan biaya terlalu banyak, sementara kalau membangun jalan terowongan tidak mendukung, sebab struktur batuan yang keras akan menjadi permasalahan sendiri.

Meski demikian, kata dia, pilihan yang akan diambil perlu dikoordinasikan dengan Pemkab Gunung Kidul untuk memastikan bahwa pembangunan JJLS di wilayah kabupaten tersebut bisa terhubung dengan proyek di wilayahnya.

“Intinya Pemkab Bantul siap dengan langkah yang akan diambil terkait dengan proyek JJLS,” kata Toni sapaan akrab Sekda Bantul.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Bantul, Sulistyanto mengatakan, mendukung penyelesaian proyek jalur selatan tersebut, karena nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *