Kasus Terompet dengan Sampul Alquran, Bos Aneka Ilmu Minta Maaf 

  • Whatsapp
TUNJUKKAN ALQURAN: Pimpinan CV Aneka Ilmu H Suwanto sebagai percetakan yang mencetak Alquran memberikan penjelasan kepada pengurus MUI Jateng tentang asal usul beredarnya limbah sampul Alquran yang menjadi bahan terompet.

SEMARANG, Jowonews.com – Bos CV Aneka Ilmu H Suwanto, Rabu (30/12) hadir di Kantor MUI Jateng.

Selain memberikan penjelasan dalam rapat MUI tentang asal mula sampul Alquran bisa keluar dari percetakan dan akhirnya menjadi bahan baku pembuatan terompet.

Bacaan Lainnya

Bendahara MUI Jateng itu juga memberikan penjelasan kepada media massa yang mengikuti jalannya rapat MUI. Ketika memberikan penjelasan, Suwanto didampingi pengacaranya.

‘’Saya dengan tulus hati memohon maaf kepada semua pihak terutama para kiai dan umat Islam yang dibuat repot oleh kejadian ini,’’ tegasnya.

Dia menjelaskan, tahun 2013 mendapat surat perintah kerja (SPK) dari Menteri Agama untuk mencetak 1.620.000 Kitab Suci Alquran dan 800.000 Juz Amma.

‘’Bahan baku kertas untuk mencetak Alquran sebanyak itu sebanding dengan 76 truk gandeng. Itu baru isi Alquran belum termasuk sampul dan karton,’’ katanya.

Untuk mencetal itu dia hanya diberi waktu tiga bulan. Pada 23 Januari 2014 dia baru bisa mencetak 1.200.000 dari 1.620.000 Alquran. ‘’Masih kurang 420.000 Alquran,’’tegasnya.

Ketika dalam proses tersebut terjadi banjir bandang yang menenggelamkan pabriknya di Jalan Raya Sayung-Demak sehingga 200.000 Alquran dan bahan bakunya tidak bisa terselamatkan. ‘’Saya mengalami kerugian sebanyak Rp 8 miliar dan denda Rp 6 miliar,’’ tegasnya.  

Bahan limbah percetakan, kata dia biasanya dimanfaatkan oleh Sunardi dari Solo. Dia sudah bekerjasama dengan Sunardi selama 10 tahun lebih.

 Dalam kasus limbah Alquran Suwanto sudah mengingatkan agar dilebur dulu untuk dijadikan bahan karton. Rupanya oleh Sunardi tidak dilebur sebagaimana dipesan H Suwanto tetapi dijual lagi kepada perajin terompet di Wonogiri. Sehingga akhirnya beredar menjadi bahan terompet ke beberapa daerah yang membuat heboh itu. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *