Kasus Terompet dengan Sampul Alquran, MUI Curiga Ada yang Mendesain

  • Whatsapp
TUNJUKKAN ALQURAN: Pimpinan CV Aneka Ilmu H Suwanto sebagai percetakan yang mencetak Alquran memberikan penjelasan kepada pengurus MUI Jateng tentang asal usul beredarnya limbah sampul Alquran yang menjadi bahan terompet.

SEMARANG, Jowonews.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Ahmad Darodji mencurigai ada pihak-pihak yang sedang mendesain agar umat Islam di Indonesia marah dan membuat kerusakan.

“Pemeluk agama Islam terbesar di Indonesia maka bila mereka marah akan timbul suasana carut marut dan negara menjadi kacau balau. Karena itu jangan sampai terpancing emosi dan marah. Serahkan kepada aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk mengusut tuntas,’’  tegas Kiai Darodji dalam jumpa pers di Kantor MUI Jateng, Jalan Pandanaran 126, Simpanglima Semarang, Rabu (30/12).

Bacaan Lainnya

Sebelum jumpa pers didahului dengan rapat pengurus MUI Jateng dan pimpinan ormas Islam se-Jateng. Beberapa kiai hadir antara lain KH Dzikron Abdullah, KH Ahmad Hadlor Ikhsan, Kiai Achmad Sekretaris Umum MUI Jateng Ahmad Rofiq, PWNU Jateng, PW Muhammadiyah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jateng.

Ketua Masjid Raya Baiturrahman, Ketua Masjid Agung Semarang, Ketua Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Jateng, perwakilan Polda Jateng, Kanwil Kementerian Agama Jateng, LDII dan lain-lain.

Mereka membahas kasus penemuan ribuan terompet dengan bahan kertas sampul Alquran.

MUI, kata Kiai Darodji menyampaikan terima kasih kepada Polisi dalam hal ini Polda Jateng yang cepat bertindak sebelum masalahnya berkembang menjadi isu sara.

‘’Kami sudah mendengar ada Ormas Islam yang akan turun ke jalan dan melakukan tindak balasan karena pembuatan terompet dengan bahan sampul Alquran dinilai sebagai penistaan agama Islam,’’ tegas Kiai Darodji.

Alasan MUI mencurigai kejadian ini ada yang mendesain, karena rangkaian kejadian berlatar agama belakangan ini terus menerus terjadi di Indonesia. Kasus Tolikara, Aceh Singkil, sandal bertuliskan lafadz “Alloh” , celana bertuliskan kaligrafi Arab, kerudung bergambang wanita tenlanjang dan lain-lain.

“Kami berharap bapak Kapolda segera bisa menangkap pelakunya siapa, siapa yang mendesain dibalik semua kasus itu dan dipidanakan,’’ tegas Sekretaris Umum MUI Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *