Perayaan Tahun Baru, 15 Lokasi Rawan Kemacetan

  • Whatsapp
Semarang Macet, Pemkot disarankan DPRD beberapa hal. (Foto : IST)
Semarang Macet, Pemkot disarankan DPRD beberapa hal. (Foto : IST)

UNGARAN, Jowonews.com – Diperkirakan di malam perayaan pergantian tahun pada Kamis (31/12) malam nanti ada sekitar 15 titik pusat keramaian di Kabupaten Semarang yang bakal dipadati masyarakat. Beberapa lokasi tersebut sangat berpotensi terjadi kemacetan lalulintas karena padatnya pengunjung yang menggunakan kendaraan bermotor.   

Data dari Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang 15 titik keramaian tersebut antara lain persimpangan Sidomulyo Ungaran, Alun-alun Bung Karno Ungaran, Pertigaan SPBU Lemah Abang Bergas, Persimpangan Bawen, Exit Tol Bawen, Persimpangan Paulin Ambarawa, Kantor Kecamatan Tengaran, Kawasan Pasar Bandungan, Pertigaan SPBU Gedongsongo Bandungan serta objek wisata Gedongsongo.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk antisipasi terjadinya kemacetan lalulintas serta kerawanan kecelakaan. Termasuk upaya rekayasa lalu lintas jika memang diperlukan. Jadi ada ratusan personil baik dari jajaran kita, TNI, Polri, Satpol PP dan Dinkes serta instansi lainnya sudah siap di masing-masing poko keamanan dan posko pelayanan,” ungkap Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang Prayitno Sudaryanto, Rabu (30/12). 

Terpisah Kasat Intel Polres Semarang, AKP Abdullah mengatakan, saat ini Polres Semarang juga menerima pengajuan izin untuk penyalaan kembang api. Diantaranya di Alun-alun Kalirejo yang diselenggarakan Pemkab Semarang, obyek wisata Umbul Sidomukti di Bandungan dan Hotel Susan Spa di Bandungan. 

“Izin penyalaan kembang api dari Polda, kalau kita hanya rekomendasi saja. Namun kita tetap melakukan pengecekan sejak persiapan hingga pelaksanaan yang dilakukan oleh petugas pengawas bahan peledak,” tutur Abdullah.

Abdullah meminta penyelenggara pesta kembang api untuk menjaga keamanan. Sebab percikan api tersebut dapat melukai warga. “Paling tidak lokasi untuk menyulut sejauh seratus meter dari kerumunan warga,” imbuhnya.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman juga menghimbau agar masyarakat terutama anak-anak muda tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Kapolres juga melarang aksi ‘ular-ularan’ dan konvoi menggunakan kendaraan bermotor, termasuk aksi balap liar. Selain itu juga melarang penggunaan kendaraan bak terbuka untuk angkutan manusia.

“Jika kami temukan adanya pelanggaran tersebut maka akan kami tindak. Kami juga tidak melakukan penutupan jalur secara permanen, hanya rekayasa lalulintas yang dilakukan situasional jika diperlukan,” tuturnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *