Perlancar Pembayaran Tol, Jasa Marga Tambah Uang Pecahan Rp500

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – PT Jasa Marga Cabang Semarang menyiapkan cadangan lebih uang pecahan Rp500 sebagai antisipasi kembalian pembayaran tol pada liburan tahun baru. Bersamaan dengan ini juga disiapkan pintu Gerbal Tol Otomatis (GTO).

Hal tersebut sebagai antisipasi melonjaknya arus lalu lintas kendaraan di tahun baru yang melalui ruas tol Semarang. Sehingga diharapkan tidak akan antrian panjang di pintu tol seperti saat liburan natal kemarin.

Bacaan Lainnya

Deputy General Manager Jasa Marga Semarang Thomas Dwiatmanto menyatakan, penambahan uang pecahan Rp500 sebagai antisipasi antrian lebih cepat saat pengembalian biaya tol oleh pengguna.

“Kita lipatkan jumlah uang pecahan Rp500, dari kondisi reguler yang hanya Rp7 juta menjadi Rp10 juta yang tersebar di semua pintu tol di Semarang,” katanya saat ditemui, Rabu (30/12).

Dari pantauan Jasa Marga, sudah ada 178.609 kendaraan pertanggal 23 Desember lalu sebagai fluktuatif tertinggi lalu lintas masa libur panjang natal dan tahun baru atau naik sekitar 33% dibandingkan November.

“Diprediksi akan ada arus balik pada 2 Januari, sehingga kita waspadai agar tak mengantri panjang memasuki pembayaran pintu tol saat terjadi pengembalian pembayaran diluar uang pas,” terangnya.

Sementara untuk pemanfaatan GTO, pihaknya mengaktifkan semua pintu GTO yang ada di empat gerbang tol yakni GTO Manyaran, Muktiharjo, Gayamsari, dan Tembalang. Semuanya ada tiga pintu GTO ditiap gerbang utama tersebut.

“GTO sangat membantu kelancaran dalam arus keluar masuk tol, melalui pembayaran e-tol diharapkan bisa mengurai antrian panjang,” ujarnya.

Dijelaskan, pintu GTO mengalami traffic kenaikan 15% pada Desember ini. Pemanfaatan GTO setiap bulannya juga selalu mengalami kenaikan penggunaan transaksinya. Data menunjukan pada Agustus naik 11, 77% , September 12,47%, Oktober 13,14%, dan November naik menjadi 15,05%.

“Hal ini juga kita dukung dengan penambahan penjualan Kartu E-Tol Bank madiri sebanyak 1.500 buah, dan sampai perhari ini sudah terjual 900 buah kartu E-Tol. Dimungkinkan sampai akhir Desember akan terjual habis,” paparnya.

Pihaknya juga akan memanfaatkan pintu GTO untuk bisa dilalui bagi kendaraan non pembayaran E-Tol. Itu dilakukan jika saja terjadi antrian panjang 1 km pada pintu antrian manual. “Jika urgent, dan antrian panjang 1 km kamu akan memnafaatkan GTO untuk pembayaran cash via petugas yang disiapkan berjaga di GTO,” tukasnya.

Selain secara teknis, antisipasi pengamanan jalur tol juga dimaksimalkan dengan menjaga perlintasan tol aman dari kendaraan roda dua dan lalu lalang orang. Hal tersebut seringkali terjadi tatkala memasuki malam Tahun Baru dan paska perayaan Tahun Baru.

“Fokus malam tahun baru jam 00.00 seperti antisipasi kawasan Gombel yang ditutup sebagai area perayaan, dikhawatirkan ada sepeda motor masuk tol. Kita juga antisipasi warga sekitar tol agar tak masuk area tol untuk melihat pesta kembang api seperti di area Jatingaleh dan seksi C Jangli-Muktiharjo,” tambahnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *