Shelter BRT di Semarang tak Memadai

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Pemkot Semarang diminta untuk membenahi shelter-shelter Bus Rapid Transit (BRT), menyusul banyaknya shelter yang dinilai sudah tidak layak. Mengingat shelter merupakan salah satu indikator pelayanan terhadap masyarakat yang ingin memanfaatkan BRT.

Anggota DPRD Kota Semarang Suharsono mengatakan, pelayanan BRT harus terus ditingkatkan beserta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga diharapkan jangan sampai ada lagi shelter sebagai tempat tunggu atau penurunan penumpang yang tidak layak. ‘’Bagaimana mungkin masyarakat akan tertarik jika shelter atau haltenya jelek,’’ katanya, kemarin.

Menurutnya, masalah pelayanan angkutan umum termasuk BRT masih menjadi PR (pekerjaan rumah) yang berat bagi Pemkot Semarang pada tahun depan. Persoalan dan tantangan tersebut harus segera dijawab oleh pemkot dengan strategi dan perencanaan yang matang.

Terkait BRT tantangan kedepan adalah jumlah armada BRT yang masih belum mampu melayani optimal kepada masyarakat. Dengan hanya ada 75 armada untuk empat koridor, waktu tunggu masyarakat untuk terangkut BRT masih 10 menit bahkan seperempat jam.

‘’Fasilitas pendukung angkutan umum BRT juga belum layak. Banyak fasilitas misalnya shelter yang belum memadai untuk kenyamanan, kebersihan, dan keamanannya bagi pengguna jasa BRT,’’ terangnya.

Dalam RPJMD 2016-2021, lanjutnya, juga harus ditetapkan setidaknya harus ada tambahan 5 sampai 6 koridor baru dan 5 fider. Sebagaimana hal ini pernah ada kajian dari konsultan yang menguatkan. Sehingga wilayah pinggiran, wilayah kampus, serta sekolah-sekolah bisa dijangkau BRT dengan maksimal.

Sedangkan soal anggaran, pada tahun 2016 anggaran untuk BRT sudah mencapai Rp66 miliar, dengan subsidi bagi pengguna BRT Rp39 miliar. Meningkat dari tahun 2015 yang hanya Rp53 miliar dengan subsidi Rp29 miliar.

‘’Kami mendorong Dishubkominfo untuk mengelola BRT secara maksimal. Agar masyarakat yang menggunakan layanan BRT bisa semakin bertambah banyak, bisa melebihi 6 juta per tahun. Sehingga bisa mengurangi kemacetan  dan kecelakaam di Kota Semarang,’’ tandasnya.

Pihaknya juga berharap masyarakat memanfaatkan semaksimal mungkin subsidi besar dari pemerintah ini. Sebagai bentuk kepedulian lingkungan untuk mengatasi macet ,kecelakaan dan polusi udara. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *