Warga Ambarawa Desak KAI Buka Tempat Parkir

  • Whatsapp

AMBARAWA, Jowonews.com-Merasa jengkel dengan manajemen museum/stasiun Kereta Api (KA), Ambarawa, yang tidak segera membuka tempat parkir untuk pengunjung. Warga Ambarawa, Kabupaten Semarang akan menggelar aksi besar-besaran.

Pasalnya dengan tidak disediakannya tempat parkir, kendaraan pengunjung museum/stasiun KA tersebut parkir di sejumlah tempat di sekitar stasiun. Hal itu menyebabkan kondisi lalulintas di J. Pemuda Ambarawa setiap harinya terjadi kemacetan.

Bacaan Lainnya

“Sudah setahun lalu museum dibuka, tetapi tempat parkir tidak dibuka. Padahal tempat parkirnya sudah jadi. Akibatnya ketika museum KA beroperasi, pengunjung memarkirkan kendaraannya di sekitar museum,” ungkap Koordinator Komunitas Ambarawa, Puguh Prasetyo, Rabu (30/12).

Puguh menambahkan, tidak hanya permasalahan krodit lalulintas dan kesemrawutan tata parkir di sekitar museum saja. Lahan parkir pasar Warung Lanang dan di depan toko-toko yang ada di sekitar stasiun juga dipadati kendaraan pengunjung museum. Akibatnya pembelian menurun akibat calon pembeli tidak bisa parkir di lokasi parkir milik pasar.

“Kami sebenarnya sudah menyampaikan keluhan ini, namun tidak ada solusi. Sehingga kami menggalang dukungan untuk mendesak tempat parkir museum KA segera dibuka. Sebab sudah menjadi keharusan bagi pemilik tempat wisata menyediakan lahan parkir,” tuturnya.

Puguh juga menyayangkan juru parkir yang saat ini bekerja tersebut sepertinya memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan lebih, tanpa mempedulikan kenyamanan wisatawan. Sebab sudah banyak keluhan dari wisatawan tentang tarif parkir diluar batas wajar.

“Cara-cara sepert itu justru akan membuat citra Ambarawa menjadi buruk. Sehingga wisatawan akan malas datang lagi ke sini. Semestinya PT KAI juga sadar akan hal itu,” imbuhnya.

Ditambahkan Humas Komunitas Ambarawa, Koko Komarullah, 40, warga Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, PT KAI sebagai pengelola museum kereta api dinilai kurang tanggap dengan kondisi yang ada di sekitar museum. Sebab tidak menyediakan lahan parkir yang berimbas akan menjadi permasalahan lain. Hampir setiap hari terjadi krodit lalulintas di Jl Pemuda, Ambarawa, akibat melubernya parkiran pengunjung.

“Sehingga Kita warga Ambarawa mendesak Pemerintah Kabupaten Semarang, PT KAI dan instansi terkait lainnya untuk segera menangani masalah ini. Apa susahnya sih, kan sudah ada tempat parkir tinggal dibuka saja,” kata Koko sebagai tokoh pemuda Ambarawa.

Koko menegaskan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada PT KAI, Kepolisian dan Pemkab Semarang untuk menyelesaikan masalah tersebut.  Pihaknya juga sudah menggalang tandatangan warga Ambarawa untuk mendukung aksi lanjutan jika tidak ada solusi positif.

“Jika sudah dikomunikasikan tetapi tidak ada solusi. Terpaksa kami warga Ambarawa akan menggelar aksi yang lebih besar. Bisa jadi kami juga akan membuka paksa pintu parkir tersebut. Sebab ini sudah mencapai puncaknya kesemrawutan di Ambarawa,” tandasnya.

Sementara itu Camat Ambarawa, Haris mengatakan, sebenarnya permintaan warganya itu tidak mengada-ada dan demi kelancaran bersama. Mereka hanya ingin tempat parkir museum/stasiun Kereta Api dibuka, sehingga parkir pengunjung bisa ditampung. Sehingga dapat mengurai kemacetan yang selama ini terjadi.

“Kita sudah melakukan komunikasi dengan pihak KAI. Tetapi belum ada tindaklanjutnya hingga sekarang ini,” tutur dia.

Selain membuat kemacetan, banyak juga keluhan dari pengunjung museum yang merasa keberatan akibat tarif parkir tidak wajar. “Pengunjung juga kecewa, karena bayar parkir bisa sampai Rp 25-30 ribu,” pungkasnya.

Sementara itu Manajer Museum/Stasiun KA Ambarawan, Sapto, mengatakan pihaknya sudah mengetahui adanya desakan warga termasuk mendapatkan surat dari Polsek Ambarawa untuk pembukaan tempat parkirnya. Sehingga pihaknya langsung merespon untuk segera membuka tempat parkir pengunjung museum.

“Ya, kami tahu permasalahan tersebut dan sudah ada perintah untuk membuka tempat parkir. Kalau tidak sore ini (kemarin), ya besok pagi (hari ini) kami buka,” tutur Sapto.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *