Catatan Akhir Tahun – Solo Salah Satu Target Operasi Pasukan Densus

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia selama 2015 tidak henti-hentinya terus memberantas tindak pidana terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.

Densus 88 Antiteror yang menjadi salah satu wilayah target operasinya pasukan khusus tersebut, termasuk Kota Solo dan sekitarnya seperti daerah kabupaten terdekat atau perbatasan Sukoharjo dan Klaten Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Pasukan Densus 88 selama 2015 di Kota Solo dan sekitarnya atau eks Keresidenan Surakarta telah berhasil mengamankan sebanyak enam orang yang diduga terlibat jaringan terorisme di lokasi yang berbeda.

Selain itu, Pasukan Densus 88 juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti bahan-bahan pembuat rakitan bom dan sejumlah buku ajaran serta bendera-bendera yang menjadi simbol ISIS berwarna hitam.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Polisi Nur Ali, tiga tersangka terduga teroris rencana melakukan teror bom sasarannya kantor kepolisian dan tempat-tempat ibadah di Kota Surakarta.

Tiga tersangka tersebut ditangkap oleh pasukan Densus 88, yakni Ibadurahman (19) warga Semanggi RT 06 RW 04 Pasar Kliwon Solo, Yus Karman (31) warga Semanggi RT 05 RW 03 Pasar Kliwon Solo, dan Sugiyono (35) warga Semanggi RT 06 RW 05 Pasar Kliwon Solo.

Ketiga tersangka terduga terorisme tersebut ditangkap pasukan Densus 88, di kawasan Kampung Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo, pada tanggal 12 Agustus 2015.

“Polri yang melakukan pemantauan secara terus-menerus dan berhasil mematahkan rencana tiga tersangka yang akan melakukan teror di Kota ini,” ungkap Kapolda.

Menurut Kapolda, dari hasil penggeledahan di empat tempat di Solo dan Karanganyar ditemukan barang-barang bukti antara lain berupa yang berhubungan langsung dengan alat yang akan digunakan untuk mengganggu kestabilan keamanan nasional, yakni teror bom.

Menurut Kapolda, kelompok tersebut tidak lepas dari jaringan-jaringan yang pernah diungkap oleh kepolisian pada waktu sebelumnya. Jaringan ini, juga tidak lepas dari pada yang ada di Negara Suriah.

Irjen Nur Ali menjelaskan, target yang akan dilakukan oleh jaringan tersebut di Kota Surakarta antara lain ada tiga kelompok yang pertama adalah kantor Kepolisian, tempat ibadah khususnya agama Nasrani dan Khong hu cu.

Namun, kata dia, atas kerja keras kepolisian yang dibantu informasi masyarakat dapat memantahkan rencana mereka yang akan melakukan teror pada 17 Agustus atau bertepatan HUT Ke-70 Kemerdekaan RI.

Kapolda menjelaskan, pendanaan kelompok mereka yang akan melakukan teror di Surakarta merupakan bantuan dari jaringan Suriah.

Pihaknya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu memberikan informasi guna memberantas tindak terorisme di Indonesia.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polres Kota Surakarta ketika itu, juga berhasil menemukan rangkaian eletronik untuk membuat bom dalam penggrebekan di konter handphone milik terduga teroris Udin (19) di Jalan Untung Suropati Sangkrah Pasar Kliwon Solo, pada Kamis (13/8).

Densus yang dibantu Tim Labfor Polda Jateng, dan Inafis Polresta Surakarta melakukan penggeledahan di konter HP milik Udin tersebut berlangsung sekitar satu jam yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB.

Anggota Densus saat melakukan penggeledahan di konter HP tersebut, mendapat penjagaan ketat dari pasukan Dalmas dan Brimob dengan menjata lengkap sehingga warga tidak sampai bisa mendekat ke lokasi. Warga hanya bisa menonton dari jarak sekitar 200 meter dari lokasi.

Pasukan Densus dari hasil menggeledahan membawa enam bungkus tas kertas warna cokelat langsung dibawa ke mobil dan rombongan melanjutkan penggeledahan di rumah terduga teroris lainnya, Ibaduraman (19) warga RT 06 RW 04 Jalan Kiai Mojo Gang I Kampung Mojo, Semanggi Solo.

Taufik (35) salah satu tetangga Udin, saat dikonfirmasi soal konter HP milik Udin, membenarkan. Konter HP itu, milik Udin dan yang bersangkutan sering menjaga di tempat itu.

Ia menyatakan, dirinya tidak mengetahui soal nama lengkap Udin, karena tidak terlalu kenal dekat. Namun, dirinya mengetahui Udin yang tinggalnya di rumah mertuanya di Losari. Dia orangnya pendiam dan jarang bergaul dengan tetangganya.

Menurut Lurah Sangkrah, Singgih Bagiyono, pihaknya memang diminta oleh polisi untuk menjadi saksi menyitaan barang-barang yang diamankan.

Singgih mengemukakan, barang yang disita dari konter HP milik Udin, antara lain buku tentang petunjuk merangkai bom, dan sebuah rangkaian elektronik yang diduga untuk membuat bom dan selembar bendera ISIS warna hitam.

Menurut dia, selain itu, tidak tahu barang-barang tersebut kemudian dimasukan ada enam tas kertas untuk diamankan.

Pasukan Densus 88 kemudian meninggalkan lokasi konter HP dan menuju rumah terduga teroris, Ibadurahman di Jalan Kiai Mojo Gang I RT 06/04 Kampung Mojo atau berjarak sekitar satu kilometer.

Namun, polisi aksi penggeledahan di rumah Ibadurahman hanya menyita sebuah bendera, tetapi tidak diketahui jenis bendera apa.

Menurut Darsono (58) orang tua Ibadurahman, ada 10 polisi masuk ke rumahnya melakukan penggeledahan dan mereka hanya megambil selembar bendera.

Pasukan Densus 88 kemudian melanjutkan penggeledahan menuju Desa Waru Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Tim Densus menggeledah rumah kos milik terduga teroris, Ibadurahman.

Polisi pada penggeledahan di empat tempat tersebut juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa rakitan dan bahan pembuat bom.

Ahli Bom Densus 88 Antiteror Mabes Polri AKBP Sunandi menuturkan, temuan yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) selama penggeledahan di empat lokasi merupakan bahan-bahan untuk merakit bom.

Pihaknya dengan Tim Labfor telah menemukan sejumlah benda sebagai barang bukti antara lain, asam nitrat jika dicampur dengan urea dapat menjadi bahan peledak. Satu karung alumunium campuran untuk dampaknya, alat inisiator rakitan, 21 suit yang sudah jadi siap digunakan, kalsium nitrat, dan kertas tulisan cara merakit bom.

Tim Densus 88 Antiteror kembali mengamankan empat orang yang diduga terlibat jaringan terorisme di Jalan Haryo Panular RT 02 RW 06 Kelurahan Panularan, Laweyan Solo, Selasa (29/12) sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, dua orang di antaranya, kemudian dibebaskan atau dikembalikan keluarganya.

Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Polisi Ahmad Luthfi saat dikonfirmasi dengan menangkapan tersebut membenarkan.

Menurut Kapolresta penangkapan empat orang tersebut dilakukan oleh anggota Densus 88 Antiteror dari Mabes Polri, sedangkan identitas pelaku masih belum dapat diinformasikan.

“Kami membenarkan penangkapan itu, masuk ranah dari Pasukan Densus 88. Kami hanya mendukung pengamanan lokasi,” ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa Kota Solo dan sekitarnya memang menjadi salah satu target operasi bagi tim Densus 88 Antiteror dalam memberantas aksi terorisme di Indonesia.

Menurut M. Kurniawan salah satu penasihat hukum terduga terorisme di Solo, bahwa polisi melakukan penangkapan terhadap empat orang yakni NA, G, HZ dan AND. Sedangkan, dua orang di antaranya, yakni NA, dan G yang ditangkap di Jalan Honggowongso Solo akhirnya dibebaskan, karena tidak terbukti.

Namun, HZ yang ditangkap oleh polisi di Panularan, dan AND di barat Hotel Paragon masih ditahan, kedua kemungkian dibawa ke Jakarta karena menjadi target operasi (TO).

Pasukan Densus 88 selama beroperasi memerangi aksi terorisme di Kota Solo dan sekitarnya, selama 2015 ini, tercatat sudah lima orang yang berhasil diamankan. Hal menjadi catatan, bahwa kota ini, menjadi salah satu target operasi pasukan Densus 88 karena kelompok yang melakukan aksi teror diduga juga berada di wilayah ini.

Penangkapan di Sukoharjo Pasukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri sebelumnya juga berhasil melakukan penangkapan seorang terduga teroris Abu Karim, di rumah kontrakan milik Pardi Cipto Wiyono di Dukuh Sepat 02/03 Desa Bulu Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/12).

Densus 88 yang didukung Kepala Polres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Polisi Andy Rifai bersama anggotanya kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Abu Karim di Dukuh Sepat RT 02/03 Desa Bulu, Kabupaten Sukoharjo itu, untuk menemukan sejumlah barang bukti.

Pada penggeledahan rumah kontrakan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang antara lain satu buah pipa peralon merek isano panjang empat meter, satu pipa peralon merek titanium panjang enam meter, power bank merek Welkom, dua handphone merek Nokia warna hitam, dua handphone Samsung warna hitam, baterai Panasonic sembilan volt, dan kabel warna hijau.

Polisi juga menemukan barang bukti lainnya seperti buku jihad, panduan membuat bom, buku tentang intelijen, peta Jabotabek, buku rekening, buku paspor atas nama Yudha Saputra, paku, gotri, tiner, karbit, parafin, flashdisk, switching, laptop toshiba, dan juga parang, serta enam bungkus gas softgun dan juga kardus softgun.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian bahwa teduga teroris Abu Karim merupakan warga Desa Plumbon RT 16/04 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Kepala Polres Sukoharjo AKBP Andy Rifai saat dikonfirmasi soal penangkapan dan penggeledahan di rumah kontrakan Abu Karim di Dukuh Sepat 02/03 Desa Bulu Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo itu, membenarkan.

Namun, Kapolres masih enggan memberikan keterangan soal penangkapan dan penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris itu.

Menurut dia, soal orang berinisial AK keterlibatan terduga aksi terorisme yang mengetahui lebih jelasnya informasi dari Tim Densus.

Sunarjo warga setempat, membenarkan ada sejumlah polisi melakukan penangkapan terhadap satu yang mengontrak rumah milik Pak Pardi Cipto wiyono di Dukuh Sepat RT 02/03 Desa Bulu Sukoharjo.

tetapi, Sunarjo tidak mengetahui dengan jelas apa pekerjaan yang bersangkutan dan dia warga pendatang di kampung ini.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *