Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Harga Kedelai Impor Kudus Turun

KUDUS, Jowonews.com – Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pekan ini turun menjadi Rp6.500 per kilogram dibandingkan sebelumnya Rp6.750 per kilogramnya.

“Penurunan harga jual kedelai impor tersebut, terjadi sejak sepekan terakhir menyusul penurunan harga minyak dunia,” kata Ketua Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma’ruf di Kudus, Kamis.

Ia mengatakan, penurunan harga jual kedelai impor berlangsung secara bertahap, setelah pada awal Februari 2016 dijual dengan harga Rp6.750/kg, kemudian turun menjadi Rp6.500/kg.

Hanya saja, kata dia, penurunan harga jual kedelai impor tersebut belum diikuti dengan kenaikan permintaan kedelai impor.

Rata-rata permintaan kedelai impor per hari, kata dia, sekitar 15-an ton atau masih lebih rendah dibanding sebelumnya bisa mencapai 20-an ton per hari.

Informasi dari para pengrajin tahu dan tempe, kata dia, masih rendahnya permintaan bahan baku kedelai tersebut, salah satunya karena respons pasar belum pulih seperti sebelumnya, sehingga mereka belum berani menaikkan permintaan bahan bakunya.

“Jika permintaan tahu dan tempe kembali pulih, tentunya mereka juga akan meningkatkan permintaan kedelainya,” ujarnya.

Stok kedelai impor saat ini, kata dia, tersedia cukup karena di gudang tersimpan sebanyak 65 ton.

Selain tersedia kedelai impor, pekan ini juga tersedia kedelai lokal dengan stok mencapai 25 ton.

Harga jual kedelai lokal yang ditawarkan ke pasaran sebesar Rp6.250/kg dari sebelumnya dijual Rp6.500/kg.

Kedelai lokal tersebut berasal dari Kabupaten Purwodadi yang mulai panen, namun terbatasnya luas lahan yang ditanami kedelai di kabupaten tersebut, diperkirakan stok kedelai lokal hanya bertahan selama dua bulan.

Apabila daerah pemasok lainnya mulai panen, maka ketersediaan kedelai lokal akan semakin banyak.

BACA JUGA  17 Kelompok Tani Tolak Bansos Kementan

Daerah lain yang menjadi pemasok kedelai lokal, di antaranya dari Kabupaten Jember, Lamongan, Bali, Madura dan Purworejo.

Sementara jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan. (JN03/Ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...