KAI Purwokerto Perkirakan Puncak Arus Balik Hari Minggu

  • Whatsapp

PURWOKERTO, Jowonews.com – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto memperkirakan puncak arus balik liburan Natal dan Tahun Baru di Stasiun Besar Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terjadi pada Minggu.

“Hari Minggu (3/1) diperkirakan sebagai puncak arus balik kedua karena berdasarkan pantauan, jumlah penumpang kereta api yang akan naik dari Stasiun Besar Purwokerto mencapai 5.000-an orang. Sementara pada puncak arus balik pertama pada 27 Desember 2015 sebanyak 4.969 orang,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono di Purwokerto, Sabtu.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, kenaikan jumlah penumpang pada masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Stasiun Besar Purwokerto rata-rata mencapai 25 persen per hari dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api terlihat dari telah habisnya tiket tujuan Jakarta hingga tanggal keberangkatan 5 Januari 2016.

Sementara untuk tujuan Bandung, kata dia, tiket tanggal keberangkatan 3 Januari telah habis sedangkan tanggal 4 Januari masih tersedia sekitar seratus tempat duduk.

“Volume penumpang kereta api selama angkutan Natal dan Tahun Baru yang dimulai tanggal 20 Desember 2015 hingga H13 atau tanggal 1 Januari 2016 di seluruh stasiun wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto mencapai 149.309 orang. Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 26 persen jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 118.521 penumpang,” katanya.

Lebih lanjut, Surono mengimbau calon penumpang untuk tidak datang ke stasiun mepet dengan jadwal perjalanan kereta api karena dalam masa “peak season” seperti angkutan Natal dan Tahun Baru masih sering terjadi kasus penumpang tertinggal KA.

Selain akibat adanya ketidaklancaran dalam perjalanan menuju stasiun, kata dia, penumpang yang tertinggal KA juga disebabkan tiket yang telah mereka pesan belum dicetak.

“Ada beberapa kejadian penumpang tertinggal karena menunggu proses cetak tiket. Padahal, saat ‘peak season’ seperti angkutan Natal dan Tahun Baru, antrean cetak tiket juga cukup panjang,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, calon penumpang diimbau untuk tidak mencetak tiket pada saat menjelang keberangkatan karena sangat riskan dan dapat mengakibatkan tertinggal kereta api.

Dalam hal ini, lanjut dia, tiket yang sudah dipesan sebaiknya segera dicetak sehingga saat keberangkatan dapat langsung “boarding” tanpa direpotkan dengan mencetak tiket.

“Selain kasus penumpang tertinggal KA, selama angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini juga masih sering terjadi penumpang gagal naik kereta api karena keliru memahami tanggal keberangkatan yang tercantum pada tiket,” katanya.

Ia mengatakan, kasus penumpang gagal naik kereta api paling banyak terjadi di KA Kutojaya Utara Tambahan yang diberangkatkan dari Stasiun Besar Purwokerto pada pukul 00.06 WIB serta KA Bima pada pukul 00.30 WIB dan KA Argo Dwipangga Tambahan pada pukul 01.00 WIB.

“Cara paling mudah agar penumpang tiga kereta api tersebut tidak gagal naik KA adalah berangkat dari rumah ke stasiun mundur satu tanggal dari tanggal keberangkatan yang tercantum di tiket. Misalnya, jika pada tiket tertulis hari Minggu (3/1), calon penumpang berangkat dari rumah pada Sabtu (2/1) malam,” jelasnya. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *