30 Pasien DBD Dirawat di RSI Kendal

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com – Memasuki musim hujan, serangan DBD (Deman Berdarah Dengue) mulai mengancam. Jumlah penderita DBD yang disebabkan nyamuk Aedes aegipty di Kabupaten Kendal meningkat tajam sejak bulan Desember 2015.

 Peningkatan jumlah penderita DBD itu setidaknya tergambar dari jumlah pasien di sejumlah Rumah Sakit (RS) yang ada di Kabupaten Kendal. Di Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Kabupaten Kendal misalnya, sejak akhir November 2015 hingga awal Januari 2016, tercatat ada 30 pasien DBD yang dirawat.

Bacaan Lainnya

Lonjakan pasien DBD mulai terjadi pada pertengahan Desember 2015. Pasien terdiri dari anak-anak dan dewasa. Diperkirakan, jumlah tersebut akan terus bertambah. Mengingat curah hujan yang semakin tinggi, memacu pertumbuhan jentik nyamuk aedes aegypti.

Humas RSI Weleri Kendal, Farid Hermawan mengatakan, dalam dua bulan terakhir ini ada 30 pasien penderita DB di rawat di RSI. Kebanyakan anak anak dan beberapa lainnya dewasa. “Pasien kebanyakan dari wilayah Kecamatan Brangsong, Rowosari, Cepiring, dan Patebon,” katanya.

Salah satu pasien DBD yang dirawat di RSI Weleri adalah Muhammad Arya Saputra (9), warga Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong. Awalnya mengeluh pusing disertai panas tinggi, lalu di periksakan ke dokter dan diberi obat turun panas. Tapi selama dua hari panas naik turun.  

Saat hari ketiga, badannya tidak panas, namun wajah kelihatan pucat. Setelah di periksakan lagi, ternyata darah trombosit menurun. “Awalnya tidak tahu kalau  kena DB. Saat diperiksa ke dokter, diminta tes darah dan hasilnya trombosit turun dan harus dirawat di rumah sakit,” tutur Yeni ibu pasien DB.

Sementara itu, Dokter anak RSI Weleri, Kendal, Dwi Laksmi mengatakan, ada peningkatan jumlah pasien demam berdarah dibandingkan bulan sebelumnya. Kebanyakan pasien terlambat dibawa ke rumah sakit karena panas sudah turun.

“Padahal, kondisi itu justru berbahaya, karena demam akan kembali naik dan pasien masuk dalam masa kritis,” katanya.

Laksmi berharap agar masyarakat membiasakan diri untuk hidup sehat. Untuk pemberantasan nyamuk, imbuh dia, sangat terbantu bila seluruh elemen masyarakat bisa melakukan gerakan 3M yakni menguras bak mandi, menutup tandon air dan mengubur sampah.

“Masyarakat agar lebih waspada jika anaknya mengalami demam tingi dengan disertai mual, maka harus segera diperiksakan ke dokter atau puskesmas terdekat dan membiasakan 3M,” pungkasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *