Puluhan Santri Ikuti Pelatihan Jurnalistik

  • Whatsapp
pelatihan jurnalistik

SALATIGA, Jowonews.com– Puluhan santri-santriwati dari sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Salatiga mengikuti pelatihan life skill jurnalistik santri yang diadakan di Ponpes Raden Paku, Blotongan, Salatiga, Senin ( 4/1).

Pelatihan jurnalistik bertema ‘dengan menulis kita akan buka cakrawala dunia’ ini dibuka oleh Kepala Kemenag Kota Salatiga H. Wuryadi.  Sebagai narasumber wartawan Jateng Pos di Salatiga Dekan Bawono dan redaktur Suara Merdeka Wahyu Wijayanto serta Kasi Pakis Kemenag Nur Kholis.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Salatiga Wuryadi mengatakan, pemerintah saat ini memperhatikan dunia pesantren. Baik itu santrinya, ponpesnya maupun kyainya. Sehingga pelatihan jusnaslistik salah satu bentuk perhatian dari pemerintah agar para santri bisa menimba ilmu jurnalistik.

“Jangan sampai anak-anak di Ponpes ketinggalan ilmu pengetahuan. Tidak hanya belajar kitab saja,  tapi juga pentingnya dibekali ilmu umum, agar kelak menjadi bekal. Ilmu agama pinter, pengetahuan umum juga pinter, sehingga tidak dipandang sebelah mata,” ujar Wuryadi.

Dalam kesempatan itu, wartawan Jateng Pos, memberikan materi tentang dasar-dasar penulisan berita. Diantaranya tulisan berita hangat atau straight news  mengandung unsur 5 W + 1 H. Yaitu who ( siapa), what ( apa), why ( mengapa), when ( kapan), where (dimana)  dan how ( bagaimana). “ Unsur itu merupakan dasar untuk menulis berita,” ujar Dekan.

Sementara, Wahyu mengatakan, untuk menjadi penulis atau juga wartawan, harus ada kemauan dan mau belajar. Tentunya belajar menulis dan tidak boleh malu untuk menuangkan tulisannya. Menurut Wahyu tugas wartawan adalah mencari berita, menulisnya, kemudian menyajikannya dalam bentuk berita.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *