Tahun Ini Pengelolaan 16 JT Diambil Alih Pusat

  • Whatsapp
Kendaraan tengah menaiki tanjakan Jembatan Walitelon yang kerap memakan korban kecelakaan.
Kendaraan tengah menaiki tanjakan Jembatan Walitelon yang kerap memakan korban kecelakaan.

SEMARANG, Jowonews.com – Mulai tahun ini, 16 Jembatan Timbang di Jawa Tengah pengelolaanya diambil pemerintah pusat. Sayang, belum ada regulasi dan kepastian kapan pengambilalihan tersebut.

Disatu sisi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah tidak menganggarkan lagi alokasi operasional untuk jembatan timbang. Kondisi ini jelas bakal membuat kerusakan jalan semakin parah. Karena kendaraan dengan bebas mengangkut muatan tanpa ada control di jembatan timbang.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso mengatakan, pengambilalihan ini merupakan dampak dari Undang-Undang No 23 tahun 2014. Dengan tidak adanya biaya operasional, otomatis 16 Jembatan timbang tidak digunakan lagi. Selain tentunya hanya biaya untuk perawatan sebelum diambil alih pemerintah pusat.

“Kondisi ini membuat jembatan timbang dalam posisis vakum off management,” katanya, Senin (4/1).

Dewan mendesak agar regulasi dan proses pengambilalihan secepatnya diselesaikan.  Jika tidak, pasti kondisi jalan di Jawa Tengah dipastikan semakin rusak parah. Karena dengan tidak beroperasinya jembatan timbang otomatis kendaraan dengan bebas memuat angkutan tanpa ada kendali. Dan saat ini kerusakan sudah terlihat di daerah Boyolali, Gorobogan, Magelang dan sejumlah daerah lain.

“Kerusakan akan kian parah, kalau tidak segera dilakukan penanganan. Karena tidak ada kendala di jalan,” ujarnya.

Alokasi anggaran Rp 2,5 Triliun tahun ini juga dipastikan tidak bakal banyak berpengaruh ketika jembatan timbang tidak beroperasi. Sebab, nantinya itu yang mengontrol muatan kendaraan. Selain itu, dengan tidak beroperasi juga menghilangkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jika ditotal semua mencapai 32 Miliar.

“Sampai sekarang belum ada teknis pelimpahan bagaimana. Padahal ini sangat mendesak,” tambahnya.

Plt Kepala Dishubkominfo Jawa Tengah, Agus Sasmito membantah jika 16 Jembatan Timbang tidak beroperasi. Ia mengatakan masih beroperasi, meski jumlahnya hanya delapan jembatan. Ini dilakukan untuk mengunggu regulasi terkait dengan keberadaan jembatan timbang yang bakal diambil alih Pemerintah Pusat. Saat ini biaya operasional masih diberikan sebelum diambil pusat. “Masih beroperasi mungkin sampai Oktober mendatang. kami berharap nanti secepatnya pusat turun tangan,” katanya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *