5 Kecamatan di Semarang Miliki Kasus HIV/AIDS Tinggi

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Sebanyak 5 Kecamatan yang ada di Kota Semarang, memilki jumlah kasus pendirita HIV/AIDS tertinggi di Kota Semarang. Menurut data yang dimiliki LSM Graha Mitra Semarang, kecamatan paling rawan dan memilki jumlah kasus tertinggi adalah Semarang Utara, Semarang Barat, Tembalang, Pedurungan dan disusul Semarang Timur.

Program Manager LSM Graha Mitra Semarang, Dian Sulistianto mengatakan jika data dari tahun 2011- 2015 lalu, di Semarang Utara ditemukan 74 kasus HIV/AIDS,Semarang Barat, 71 kasus, Tembalang dan Pedurungan 55 kasus,sementara Semarang Timur, 51 kasus. Lebih parahnya kasus tersebut menyerang usia produktif antara 21-50 tahun. ” Dari tahun ketahun trennya pasti naik, hal ini dikarenakan gaya hidup masyarakat dan perilaku yang berisko tertular HIV/AIDS,” katanya, Selasa (5/1).

Bacaan Lainnya

Ia menturkan, hampir disemua kecamatan yang ada di Kota Semarang sulit untuk meningkatkan peran masyarakat untuk mengikuti sosilasiasi dan melakukan tes vct. Bahkan yang lebih memprihatinkan pada tahun 2015 lalu, ada dua orang dengan HIV/AIDS (Odha) meninggal dunia. ” Kesulitannya adalah meningkatkan peran orang yeng berisko untuk lebih terbuka dan mau melakukan tes vct. Sudah ada dua odha yang meninggal diketahui usia anak-anak,” tuturnya.

Secara kesuluruhan, pada tahun 2015 jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Semarang mencapai 706 kasus. Dengan angka paling banyak pada ibu rumah tangga yakni 199 kasus. Laki-laki dengan 189 kasus dan pekerja seks komersial 152 kasus. ” Tahun 2015  mengalami peningkatan, karena tahun 2014 terdapat 249 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Sub Sub Recipient (SSR) Graha Mitra Semarang, Heri Setiawan menjelaskan jika rentan usia pengidap HIV/AIDS paling banyak temuan adalah 31-40 tahun yang mencapai angka 139 jasus.

“Data ini dari tahun 2011-2015, disusul usia 21-30 dengan 117 kasus dan 40-50 tahun, 80 kasus,” timpalnya.

Walaupun tinggi Graha Mitra bersama dinas terkait saat ini terus berusaha untuk memberikan sosialisasi, dan melakukan tes vct bagi masyarakat.”Ditahun ini Semarang digarap lagi targetnya lebih tinggi, targetnya laki-laki dan remaja untuk sosialisasi dan vct, karena usia tersebut rentang dengan penularan,” harapnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *