Kejam, Ibu dan Anak Balita Dibakar Hidup-hidup

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com—Air susu dibalas air tuba, pepatah itulah setidak yang dialami Winarni, 33, warga Dukuh Bleder Kecamatan Singorojo. Kebaikannya kepada sang keponakan Budi Supriyanti, 26 justu berujung pada luka bakar pada tubuhnya.

 Ya, Winarni bersama anaknya Raina yang masih balita dibakar hidup-hidup oleh pelaku Budi dengan cara disiram bensin lalu disulut menggunakan korek api. Kini Winarni dan anaknya itu harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar yang dideritanya.

Bacaan Lainnya

 Winarni mengalami luka bakar di kaki dan punggungnya yang cukup parah. Sedangkan anak korban mengalami luka bakar di wajah. Sebelum dibawa ke rumah sakit, kedua korban sempat dibawa ke Puskemas Boja. Namun karena luka bakar parah, oleh puskesmas keduanya di rujuk ke Rumah Sakit Permata Medika, Ngaliyan, Kota Semarang.

 Kejadian penganiayaan yang dilakukan Budi Supriyanto dilakukan Sabtu (03/01) di rumah pelaku. Menurut penuturan Winarni awalnya Sabtu pagi, Budi meminjam sepeda motor kepada dirinya untuk keperluan yang mendadak. Karena sudah kenal dekat dan ada hubungan keluarga, Winarni meminjami motor kepada pelaku.

 Sorenya dikembalikan ke rumah Winarni. Namun saat dikembalikan, kondisi dalam keadaan cat motor lecet dan rusak. Korban dengan menggendong anaknya mendatangi pelaku dengan maksud untuk menanyakan motornya jatuh dimana.

 “Sepeda motor lecet dan rusak, saya hanya ingin menanyakan jatuh dimana. Tapi Budi malah marah-marah dan membentak saya. Harusnya saya yang marah, malah pelaku yang marah dan memaki-maki saya,” katanya, Selasa (5/1).

 Tak cukup dibentak dan dimaki-maki, korban bersama anaknya disiram pelaku dengan bensin. Lalu oleh pelaku disulut dengan menggunakan korek api. Tak pelak, pakaian korban dan anaknya yang masih balita langsung terbakar.

 Korban langsung berteriak minta tolong dan oleh warga setempat langsung dipadamkan denan cara ditutup dengan kain tebal dan disiram dengan air. Melihat para tetangga berdatangan, pelaku langsung kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran Polsek Singorojo.

 Kapolsek Singorojo, AKP Suwarso membenarkan kejadian penganiayaan ini. Diduga, pelaku nekat membakar korban lantaran tersinggung dengan ucapan korban. “Awalnya korban hendak klarifikasi soal sepeda motor yang dipinjam pelaku rusak, tapi korban salah pengertian,” katanya.

 Kapolsek menambahkan, korban sebelumnya dirawat di Puskesmas Boja namun karena kondisi luka bakarnya terlalu banyak, korban dirujuk ke Rumah Sakit Permata Medika Ngaliyan Semarang. “Untuk pelaku melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran petugas” tandasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *