Warga Boyolali Temukan Arca Bersejarah Peninggalan

  • Whatsapp

BOYOLALI, Jowonews.com – Seorang warga Domplang telah menemukan arca dari batu yang diduga termasuk peninggalan benda cagar budaya (BCB) di Dukuh Ngares, Desa Kadireso, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sutardiyanto (38) warga Domplang RT 05 RW 02 Teras Boyolali, Selasa, mengatakan dirinya berhasil mengangkat arca batu bersejarah tersebut pada Senin (4/1) sekitar pukul 09.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Sutardiyanto yang juga seorang perajin batu bata di Ngadireso mengatakan bahwa arca siwa penemuannya mempunyai tinggi sekitar 80 centimeter dengan lebar sekitar 40 centimeter.

Pada lokasi yang sama di dekat arca juga ditemukan seperti situs candi yang bentukya kotak persegipanjang ada puluhan batu.

Menurut dia, penemuan arca bersejarah tersebut berawal dari dirinya yang beraktivitas seperti biasa mengambil tanah di ladang untuk bahan baku untuk membuat batu bata.

“Saya mengambil tanah liat itu, dengan alat cangkul dan linggis. Saya saat menggali tanah kedalaman sekitar 70 centimeter alat linggisnya terbentuk benda keras yang ternyata batu,” ungkapnya.

Menurut dia, batu tersebut saat hendak dibongkar bentuknya memanjang menyerupai patung. Dirinya kemudian menggali dengan hati-hati dan mengangkat dengan bantuan warga sekitarnya ternyata arca bersejarah.

“Saya kemudian membersihkan arca itu, dan kemudian memberitahu Ketua RT yang dilanjutkan Kepala Desa dan petugas Polsek Teras. Saya siap jika arca itu akan diambil untuk diteliti oleh petugas dari BCB,” ucapnya.

Menurut dia, dirinya kemudian diminta untuk merawat sementara sebelum melaporkan ke petugas yang mengurus penemuan benda cagar budaya, termasuk arca ini.

Emo (73) salah satu tokoh masyarakat Desa Kadireso mengatakan penemuan arca yang masuk benda bersejarah ini oleh warga baru pertama kalinya.

“Saya menduga masih banyak benda-benda bersejarah lainnya yang terkubur di dalam tanah di kawasan ladang ini,” ujar Emo.

Emo mengatakan warga tidak mengetahui bahwa di kawasan Desa Kadireso tersebut pada zaman kerajaan dahulu bekas tempat apa.

“Saya tidak tahu kawasan ini, dahulu zaman kerajaan sebagai tempat apa. Namun, di daerah ini, diperkirakan masih banyak benda bersejarah,” tuturnya.

Kepala seksi Sejarah dan Musium, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Boyolali, Bambang Purwanto saat dikonfirmasi soal penemuan arca Siwa menyatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan.

“Kami masih menunggu jika ada surat laporan dari pemerintah desa atau kecamatan soal penemuan benda bersejarah itu,” kata Bambang Purwanto yang mewakili Kepala Disbudpar Boyolali Mulyono.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *