Diduga Tewas Dianiaya, Makam Anggota TNI Dibongkar

  • Whatsapp

PATI, Jowonews.com – Dugaan tewasnya anggota TNI, Prada Bagus Angga Setiawan lantaran dianiaya oknum TNI seniornya akhirnya ditindak lanjuti dengan dilakukannya pembongkaran makam Prada Angga di Desa Winong, Kecamatan Pati.

Tim dari rumah sakit Karyadi Semarang bersama Denpom Jaya II Cijantung melakukan pembongkaran untuk menggelar otopsi pada tubuh Prada Angga yang telah dikebumikan sekitar 21 hari tersebut.

Bacaan Lainnya

Proses otopsi yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB tersebut sempat menyedot perhatian warga sekitar. Sejumlah anggota TNI maupun dari Polres Pati juga nampak berjaga di sekitar tempat pemakaman umum tersebut.

Hanya saja, seorang anggota TNI sempat menghalang-halangi saat awak media mengambil gambar proses otopsi tersebut. Bahkan seorang tripod kamera seorang jurnalis televisi nasional sempat di tendang. Padahal awak media telah mengambil gambar diluar garis larangan yang telah terpasang.

Ketegangan itu sendiri akhirnya sedikit mereda saat oknum TNI yang melakukan penendangan meminta maaf pada awak media. Hasanudin, awak media mengatakan pihaknya menyesalkan sikap tersebut. Hal itu dinilainya sebagai Diduga Tewas Dianiaya, Makam Anggota TNI Dibongkar

Dugaan tewasnya anggota TNI, Prada Bagus Angga Setiawan lantaran dianiaya oknum TNI seniornya akhirnya ditindak lanjuti dengan dilakukannya pembongkaran makam Prada Angga di Desa Winong, Kecamatan Pati.

Tim dari rumah sakit Karyadi Semarang bersama Denpom Jaya II Cijantung melakukan pembongkaran untuk menggelar otopsi pada tubuh Prada Angga yang telah dikebumikan sekitar 21 hari tersebut.

Proses otopsi yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB tersebut sempat menyedot perhatian warga sekitar. Sejumlah anggota TNI maupun dari Polres Pati juga nampak berjaga di sekitar tempat pemakaman umum tersebut.

Hanya saja, seorang anggota TNI sempat menghalang-halangi saat awak media mengambil gambar proses otopsi tersebut. Bahkan seorang tripod kamera seorang jurnalis televisi nasional sempat di tendang. Padahal awak media telah mengambil gambar diluar garis larangan yang telah terpasang.

Ketegangan itu sendiri akhirnya sedikit mereda saat oknum TNI yang melakukan penendangan meminta maaf pada awak media. Hasanudin, awak media mengatakan pihaknya menyesalkan sikap tersebut. Hal itu dinilainya sebagai salah satu bentuk arogansi.

“Tentu kami berharap pimpinan TNI turut meminta maaf atas kejadian yang baru saja terjadi ini,”terang Udin.

Kepala Desa Winong, Jarnawi mengamini adanya pembongkaran makam untuk dilakukan otopsi atas jenazah Prada Angga tersebut. Dirinya mengatakan, otopsi tersebut dilakukan sebagai pembuktian bahwa korban di duga meninggal karena dianiaya oleh seniornya.

Prada Angga sendiri, dari informasi yang diterimanya diketahui baru usai melakukan pendidikan dan di tempatkan di Cijantung Jakarta. Hanya saja sekitar dua minggu berselang Prada Angga diketahui meninggal dunia.

“Saat ini Prada Angga diketahui meninggalkan seorang kakak dan kedua orang tuanya yakni Kusnan dan Sumiatun,”tambahnya.

Dirinya berharap dalam proses hukumnya kasus tersebut tidak ditutup-tutupi. Pihaknya juga berharap Denpom dapat turut membantu dan mengawal kasus tersebut. Tidak hanya itu pihaknya juga berharap adanya kebijakan dari Mabes TNI agar posisi Prada Angga dapat digantikan kakaknya bilamana ada formasi di TNI.

“Karena dengan kondisinya saat ini sebenarnya Prada Angga menjadi salah satu harapan dan tumpuan untuk keluarganya,”tambahnya.

Sementara itu, Kasi Idik Denpom Jaya II Cijantung, Kapten CPM Walimin turut membenarkan bahwa otopsi tersebut dilakukan atas dasar kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap Prada Angga yang mengakibatkan kematian.

Dikatakannya hingga saat ini pihaknya telah menetapkan seorang tersangka. Yang saat ini sudah dilakukan penahanan. Hanya saja pihaknya enggan menyebutkan inisialdari tersangka tersebut.

Dari hasil visum yang dilakukan pada Selasa (5/1) kemarin, pihaknya mengamini adanya sejumlah bekas penganiayaan di beberapa bagian tubuh.Hasil visum tersebut juga akan menjadi salah satu bahan dalam penyelidikan.

“Untuk membuktikan dilakukan otopsi. mudah-mudahan bisa mengungkapkan, tentu kami berharap pimpinan TNI turut meminta maaf atas kejadian yang baru saja terjadi ini,”terang Udin.

Kepala Desa Winong, Jarnawi mengamini adanya pembongkaran makam untuk dilakukan otopsi atas jenazah Prada Angga tersebut. Dirinya mengatakan, otopsi tersebut dilakukan sebagai pembuktian bahwa korban di duga meninggal karena dianiaya oleh seniornya.

Prada Angga sendiri, dari informasi yang diterimanya diketahui baru usai melakukan pendidikan dan di tempatkan di Cijantung Jakarta. Hanya saja sekitar dua minggu berselang Prada Angga diketahui meninggal dunia.

“Saat ini Prada Angga diketahui meninggalkan seorang kakak dan kedua orang tuanya yakni Kusnan dan Sumiatun,”tambahnya.

Dirinya berharap dalam proses hukumnya kasus tersebut tidak ditutup-tutupi. Pihaknya juga berharap Denpom dapat turut membantu dan mengawal kasus tersebut. Tidak hanya itu pihaknya juga berharap adanya kebijakan dari Mabes TNI agar posisi Prada Angga dapat digantikan kakaknya bilamana ada formasi di TNI.

“Karena dengan kondisinya saat ini sebenarnya Prada Angga menjadi salah satu harapan dan tumpuan untuk keluarganya,”tambahnya.

Sementara itu, Kasi Idik Denpom Jaya II Cijantung, Kapten CPM Walimin turut membenarkan bahwa otopsi tersebut dilakukan atas dasar kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap Prada Angga yang mengakibatkan kematian.

Dikatakannya hingga saat ini pihaknya telah menetapkan seorang tersangka. Yang saat ini sudah dilakukan penahanan. Hanya saja pihaknya enggan menyebutkan inisialdari tersangka tersebut.

Dari hasil visum yang dilakukan pada Selasa (5/1) kemarin, pihaknya mengamini adanya sejumlah bekas penganiayaan di beberapa bagian tubuh.Hasil visum tersebut juga akan menjadi salah satu bahan dalam penyelidikan.

“Untuk membuktikan dilakukan otopsi. mudah-mudahan bisa mengungkapkan,”terangnya. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *