Pemkab Kulon Progo Tekan Inflasi Mulai Dari Pedesaan

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berupaya menekan inflasi pedesaan dengan cara meningkatkan perekonomian dan daya beli masyarakat.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu, mengatakan inflasi pedesaan di Kabupaten Kulon Progo 2,9 atau terendah di DIY dan Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Inflasi yang bagus itu berkisar tiga sampai lima, kalau inflasinya di atas enam juga jelek. Tingkat inflasi yang saat ini, kami sukuri. Kami berusaha menggerakan perekonomian masyarakat. Sehingga gini rasio di Kulon Progo hanya 0,29 tidak sampai 1,3,” kata Hasto.

Ia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pemkab untuk menjaga inflasi tetap stabil yakni menjaga akses supaya masyarakat dapat mengakses kebutuhan dengan mudah, menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dengan cara menggelar operasi pasar bila ketersediaan menipis, dan menjaga kebutuhan supaya terjangkau masyarakat.

“Tiga hal ini terus kami jaga, supaya daya beli masyarakat tidak turun dan tidak terjadi inflasi tinggi,” katanya.

Hasto mengatakan salah satu upaya mencegah inflasi yakni masyarakat tidak konsumtif, maka inflasi tidak terlalu tinggi. Kalau masyarakat tingkat konsumtifnya tinggi dan boros, serta tidak gemar menabung, maka akan terjadi inflasi tinggi.

“Kalau masyarakatnya konsumtif, maka harga kebutuhan akan naik. Untuk itu, masyarakat harus hidup sederhana, tidak konsumtif dan gemar menabung,” katanya.

Namun demikian, ia juga mengakui bawah rendahnya tingkat beli masyarakat juga mempengaruhi inflasi pedesaan. Masyarakat pedesaan banyak memiliki simpanan beras atau gabah, dan mereka juga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran.

“Kami menggelorakan gerakan bela beli Kulon Progo dan gerakan “iso nandur, ngopo tuku” (dapat menanam, kenapa beli). Hal ini sebagai gerakan mandiri pangan dan menggerakan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori meminta pemkab meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakan ekonomi kecil supaya tidak mudah terkena dampak krisis ekonomi.

“Masyarakat pedesaan merupakan kunci keberhasilan dalam roda perekonomian. Semakin bagus daya beli masyarakat, dan kegiatan ekonomi masyarakat kuat, kami yakin tidak ada krisis ekonomi,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *