PT Asing Bisa Jadi Ancaman Kampus Lokal

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Pemerintah sudah menyatakan bahwa saat ini belum akan menerbitkan surat izin untuk perguruan tinggi (PT) asing yang ingin mendirikan kampus di Indonesia. Namun karena kini sudah memasuki era Masyarakat Akonomi ASEAN (MEA), peluang mereka masuk ke Indonesia sangat besar.

“Sepengetahuan saya belum ada izin PT untuk asing. Kementrian bahkan memandang lebih penting makin memperkuat institusi pendidikan dalam negeri,” tutur Sekretaris Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemristekdikti, Dr Agus Indarjo kemarin.

Bacaan Lainnya

Dia kemarin hadir bersama Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Prof Dr DYP

Sugiharto untuk memberi penguatan terhadap karir dosen di Kampus UPGRIS. Mereka duduk dalam satu forum bersama Rektor Dr Muhdi MHum untuk memberikan motivasi kepada staf pengajar.

Agus mengakui, telah ada tawaran dari luar berkaitan kemungkinan Indonesia juga membuka PT di negara tetangga. Namun permintaan itu belum sepenuhnya mendapat tanggapan dari pemerintah. “Tawaran itu misalnya datang dari Malaysia, Singapura dan Thailand. Tapi kami  belum begitu menanggapi,” imbuh pria yang juga dosen Undip.

Menurutnya, bisa jadi tawaran itu bagian dari keinginan negara tetangga untuk bisa lebih mudah mendirikan PT di Indonesia. Artinya, jika otoritas Indonesia setuju mendirikan kampus di Malaysia, Singapura dan Thailand, maka sebaliknya mereka juga menuntut kemudahan mendapat izin di Indonesia. “Meski demikian pemerintah belum tertarik untuk kemungkinan membuka kampus di luar negeri,” imbuhnya.

Agus berpendapat, akan lebih baik jika Indonesia fokus pada kualitas dan mutu kampus di dalam negeri dari pada soal pembukaan kampus asing. Indonesia sejauh ini memiliki ribuan PT negeri dan swasta yang diyakini dengan dukungan semua pihak akan bisa bersaing dengan PT asing. “Disini ada 529 universitas, 124 institut, 2.389 sekolah tinggi, 238 politeknik dan 1.024 akademi,” terangnya.

Dalam acara tersebut diantaranya juga mendukung berkenaan mendorong profesionalitas para dosen di dalam negeri. “Ini memasuki era pasar tunggal ASEAN, semua pihak sudah harus siap berkompetisi,” tambah Rektor UPGRIS, Muhdi. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *