Ratusan Guru Tingkat SD Ikuti Sosialisasi EEPC

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Sebanyak 222 peserta yang terdiri atas guru dan kepala sekolah tingkat dasar (SD/MI) mengikuti sosialisasi Enviromental Education Program fo Children (EEPC) di Auditorium Kampus Universitas Muria Kudus, Rabu (6/1/2016).

Acara yang diselenggarakan oleh UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Arga Dahana ini antara lain dihadiri kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora), Drs. Joko Susilo mewakili Bupati Kudus H. Musthofa, Rektor UMK Dr. Suparnyo SH. MS., dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Drs. Didik Hartoko.

Bacaan Lainnya

Rektor mengatakan, permasalahan lingkungan menjadi salah satu isu hangat yang banyak dibicarakan publik dalam banyakkesempatan. ‘’Persoalan lingkungan menjadi isu besar, karena banyak yang mengalami kerusakan,’’ katanya.

Fakta banyaknya permasalahan kerusakan lingkungan yang banyak terjadi di Indonesia, menurut Suparnyo, adalah hal yang sangat ironis. ‘’Lingkungan menjadi tempat hidup bagi kita, sehingga harus kita rawat, jaga, dan dilestarikan. Jangan sampai lingkungan rusak,’’ tegasnya.

Bupati Kudus H. Musthofa dalam sambutan tertulis yang dibacakan kepala Disdikpora, mengatakan, upaya untuk meningkatkan kelestarian lingkungan dan menambah daya dukung lingkungan, harus mendapatkan dukungan.

‘’Saat ini, banyak luasan lingkungan hijau yang berkurang dan menjadi lahan kritis. Dampak dari lahan kritis yang terus meluas itu, adalah potensi longsor yang semakin besar dan banjir yang mudah terjadi,’’ paparnya.

Selain itu, lanjut Bupati dalam sambutan yang dibacakan Joko Susilo, Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan luas hutan terbesar di dunia, dihadapkan dengan banyaknya hutan yang rusak.

‘’Mestinya ada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan (alam-Red). Maka, peran menjaga lingkungan adalah kewajiban semua elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah,’’ tuturnya.

Didik Hartoko pada kesempatan itu, menyampaikan, kegiatan sosialisasi EEPC yang diselenggarakan Mapala Arga Dahana dengan mengundang guru-guru tingkat SD, adalah langkah tepat dalam upaya mengambil peran menyosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

‘’Guru-guru di tingkat dini dan dasar, adalah sosok yang paling didengar anak-anak ketimbang orang tuanya. Maka, keberadaan guru yang saat ini hadir dan kemudian memberikan pemahaman mengenai pendidikan lingkungan pada anak didiknya, adalah sangat tepat. Sebab, guru waktu kecil itu akan selalu diingat anak didiknya,’’ ujarnya. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *