Tipu PNS, Oknum Polisi Diwajibkan Bayar Rp 1,26 M

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com– Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kudus mewajibkan anggota Polres Kudus Aiptu Noor Wahyu dan rekannya, Liswati membayar Rp1,26 miliar kepada Eko Warsito. Jika tidak dibayar aset berharga milik Wahyu dan Liswati akan disita dan dilelang sebagai ganti pembayaran tersebut.

Amar putusan itu dibacakan majelis hakim yang dipimpin Wijawiyata dengan hakim anggota Ikatina dan Nur Azisi saat sidang putusan kasus gugatan perdata wanprestasi yang digelar di PN Kudus kemarin. Pihak penggugat kasus ini adalah Eko Warsito, 45, yang berprofesi PNS di Kabupaten Demak. Sedang pihak tergugat I adalah Noor Wahyu MS, 47, warga Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak yang berprofesi sebagai anggota Polres Kudus. Sedang tergugat II adalah Liswati, 40, warga Desa Larikrejo Kecamatan Undaan Kudus.

Bacaan Lainnya

“Tergugat I dan II wajib membayar Rp1,26 miliar dibayar tunai dan seketika,” kata Wijawiyata kemarin.

Kasus gugatan perdata ini bermula dari kesepakatan antara penggugat dan tergugat. Isi kesepakatan tersebut Eko Warsito menitipkan uang (modal) sebesar Rp1 miliar secara bertahap sejak Juli 2012 guna pengembangan hotel Surya Kencana milik tergugat. Dan sebagai kompensasi, Noor Wahyu dan Liswati akan memberikan hasil dari pengelolaan hotel sebesar 5 persen dari total modal yang diserahkan Warsito.

Awalnya, kompensasi dari hasil pengelolaan hotel sejak Agustus 2012 hingga Januari 2013 itu dibayarkan pihak tergugat. Namun setelah itu, pihak tergugat tak lagi melaksanakan kewajibannya.

Pihak pengugat berulangkali menagih pembayaran haknya. Namun pihak tergugat selalu ingkar dan berusaha mengulur-ulur waktu. Hingga enam bulan kondisi itu tak juga berubah. Akhirnya Eko Warsito berinisiatif menarik semua modal yang telah dititipkan kepada Noor Wahyu dan Liswati.

Soal penarikan modal itu legal karena tertuang dalam isi kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak. Namun lagi-lagi tak ada i’tikad baik dari Noor Wahyu dan Liswati untuk menyelesaikan persoalan ini, hingga akhirnya Eko Warsito melalui kuasa hukumnya yakni Arif Soepratikno, Abdul Ghofur dan Junianto SP yang berasal dari Kantor Hukum Arief dan Rekan melayangkan gugatan perdata ke PN Kudus pada pertengahan 2015 lalu.

“Dan hasilnya gugatan kita dimenangkan sebagian oleh majelis hakim. Termasuk sita aset sebuah bidang tanah dan cafe yang ada di RT 3 RW II Desa Gulang, Mejobo,” ujar Arif Soepratikno yang ditemui usai persidangan.

Menurut Arif, selain gugatan perdata, pihaknya juga menempuh upaya hukum lain terkait kasus ini. Yakni pihaknya melaporkan Noor Wahyu ke Bid Propam Polda Jawa Tengah. Selain itu, Liswati juga dilaporkan ke Polres Kudus atas dugaan penipuan kepada Eko Warsito.

“Saat ini, penanganan kedua kasus itu masih ditangani oleh pihak berwenang. Semoga putusan gugatan perdata ini kian menguatkan jika kedua orang itu memang telah melakukan pelanggaran,” ucap Arief.

Terpisah, kuasa hukum Noor Wahyu dan Liswati, Seno Wibowo mengatakan pihaknya langsung mengajukan banding atas putusan majelis hakim PN Kudus. Pihaknya menilai terdapat banyak kontradiksi dalam putusan majelis hakim yang dipimpin Wijawiyata itu.

Ia mencontohkan soal cicilan pembayaran yang sudah dibayarkan kliennya. Mestinya jika ditotal sudah ada sekitar Rp700 juta, namun ternyata yang diakomodir dalam persidangan hanya Rp254 juta.

“Kita keberatan dengan putusan itu makanya langsung banding. Hari ini juga (kemarin) langsung kita daftarkan,” tandasnya. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *