Sleman Terus Kembangkan Sistem Pertanian Minapadi

  • Whatsapp

SLEMAN, Jowonews.com – Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terus mendorong petani untuk mengembangkan sistem pertanian minapadi karena nilai yang dihasilkan bisa lebih menguntungkan.

“Hingga kini sudah ada 64 hektare lahan yang dimanfaatkan sebagai kawasan minapadi atau budi daya ikan di area persawahan padi,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman Widi Sutikno, Jumat.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, lawasan yang dikembangkan sebagai pertanian minapadi mayoritas ada di Kecamatan Seyegan yakni seluas 40 hektare lebih.

“Sisanya terdapat di Kecamatan Berbah, Pakem, dan Ngemplak. Luasan areanya terus bertambah,” katanya.

Ia mengatakan, sistem pertanian minapadi ini memang tidak terlalu sulit, tergantung kesiapan SDM dan ketersediaan sumber airnya.

“Namun perkembangan minapadi ini harus direspon dengan kesiapan pasar. Selama ini, pemasaran produk minapadi khususnya hasil perikanan, mayoritas terserap untuk pemenuhan kebutuhan lokal. Mengingat, konsumsi ikan masyarakat Sleman relatif tinggi,” katanya.

Widi mengatakan, permintaan konsumsi ikan jenis lele di Sleman dan sekitarnya mencapai 7,5 ton per hari sedangkan kebutuhan ikan nila sekitar tiga ton.

“Agar produk minapadi bisa lebih terserap optimal, diharapkan ada campur tangan dari dinas lain yang menangani bidang pemasaran. Ini butuh dukungan dan kerjasama lintas sektor untuk membantu memasarkan produk petani. Apalagi tingkat konsumsi ikan tergolong tinggi, ini bisa jadi peluang pasar yang menarik,” katanya.

Ia mengatakan, yang juga perlu diperhatikan petani agar nilai panenan tidak anjlok adalah masa tanam. Rentang masa tanam sebaiknya diperhatikan supaya petani minapadi tidak merugi jika tiba panen serentak.

“Pengembangan minapadi ini masih terkonsentrasi di wilayah Seyegan karena dirasa cukup prospektif. Kami akan terus tumbuhkan sistem minapadi. Apalagi Sleman ditunjuk menjadi model pelatihan oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan badan dunia FAO, sehingga program ini akan dilaksanakan berkelanjutan,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *