1.823 Tenaga Asing Banjiri Jateng

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Jumlah tenga kerja asing (TKA) di Jawa Tengah ternyata cukup banyak. Pemprov Jateng mencatat setidaknya ada sebanyak 1.823 TKA yang ada di Jawa Tengah. Mereka berasal dari 58 negara seperti Tiongkok, Korea, India, Jepang, dan Taiwan.

Kondisi ini harus menjadi perhatian mengingat saat ini masih banyak masyarakat Jateng yang menganggur. TKA di Jateng juga berada di berbagai posisi jabatan seperti presiden direktur, direktur, dan tenaga ahli. “Rata-rata mereka bekerja di bidang tekstil, yayasan sekolah internasional, perhotelan, mebel, serta plastik,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Tengah Wika Bintang.

Bacaan Lainnya

Setiap TKA waktu menetapnya dibatasi maksimal satu tahun. Dan mereka juga diwajibkan memperpanjang izin mempekerjakan tenaga kerja asing tiap tahun dengan melampirkan sertifikat bisa berbahasa Indonesia tingkat dasar. “Jika belum bisa menunjukkan sertifikat bisa berbahasa Indonesia, TKA diberi kelonggaran selama enam bulan untuk bekerja sambil mengurus sertifikat bahasa Indonesia,” ujarnya.

Setiap TKA di Jateng wajib bias berbahasa Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bahasa dan Lambang Negara dan tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 16 tahun 2015.

“Setelah kontrak habis, kami berharap perusahaan bias lebih memaksimalkan tenaga local di Jateng. Ini sebagai upaya mengatasi kemiskinan dan pengangguran,” tambahnya.

Tahun 2015 kemiskinan di Jateng meningkat menjadi 4.577 juta orang dari tahun sebelumnya sebanyak 4.561 juta. Peningkatan sebesar 15,21 ribu ini jelas sangat besar. “Jika perusahaan bias memaksimalkan tenaga local saya kira bias membantu mengurangi pengangguran,” kata anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Ferry Firmawan.

Dewan juga mendesak Pemprov Jateng bisa mendukung berkembangnya industri. Salah satunya dengan menarik investor ke Jateng. Jika investor masuk jelas banyak industry berkembang di Jateng.

“Dan ini merupakan langkah kongret untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Pemprov harus bisa menerapkan inovasi agar industri di Jateng bisa berkembang,” tambahnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *