Awal 2016, Dua Penderita DBD Meninggal

  • Whatsapp
Pendertia DBD di kendal
Pendertia DBD di kendal

BOYOLALI, Jowonews.com – Sebanyak lima kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD), menjangkiti warga Boyolali di pekan pertama tahun 2016. Bahkan, dua pasien diantaranya meninggal dunia.

Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ahmad Muzayin, mengatakan kedua pasien DBD yang meninggal dunia adalah anak-anak. Keduanya sudah mengalami dengue shock syndrome (DSS).

Bacaan Lainnya

Data di Dinkes, kedua korban yakni Ana Nur Fatimah, warga Gumukrejo Kecamatan Teras dan Syafa Dwi Saputra, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk. “Keduanya meninggal dunia tanggal 2 dan 4 Januari 2016 lalu, karena sudah mengalami DSS yang sudah sulit ditangani,” kata Muzayin kepada wartawan.

Pihaknya mengimbau masyarakat Boyolali harus meningkatkan kewaspadaan. Karena saat ini telah memasuki musim penghujan dan puncak serangan DBD diprediksi berlangsung hingga Maret 2016 mendatang. Kondisi cuaca seperti saat ini, jarang turun hujan, rentan serangan DBD. Nyamuk Aedes Aigepty, penyebar penyakit DBD, berkembang biak dengan cepat.

Pihaknya menekankan upaya antisipatif melalui gerakan pembasmian sarang nyamuk (PSN) mandiri oleh masyarakat. Pasalnya, dibandingkan dengan fogging, gerakan PSN jauh lebih efektif dalam memberantas sarang nyamuk untuk menanggulangi merebaknya DBD.

Muyazin menjelaskan, seringkali korban meninggal karena DBD, disebabkan karena penanganan yang terlambat. Maka, masyarakat diminta mewaspadai gejala serangan DBD.

Masyarakat juga diminta tidak panik dan berganti-ganti dokter (shoping dokter) saat menemukan gejala demam. Pasalnya, jika berganti-ganti dokter, maka dikhawatirkan analisa pengobatan akan bias dan dimulai dari awal. Padahal, penanganan DBD harus dilakukan dengan tepat sesuai dengan fase siklus serangan DBD laiknya pelana kuda.

Sementara itu sepanjang tahun 2015, serangan penyakit DBD di Boyolali mencapai 421 kasus, delapan pasien diantaranya meninggal dunia.

Jumlah kasus DBD di tahun 2015 meningkat dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 381 kasus dan enam penderita diantaranya juga tidak tertolong. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *