Guna Kedisiplinan, Potongan TPP PNS Naik 100 Persen

  • Whatsapp
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Mabes TNI pada HUT TNI ke-65 di Halim PK, Jakarta, Selasa (5/10). Foto: VIVAnews/Adri Irianto

SALATIGA, Jowonews.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga berencana menaikkan potongan tambahan penghasilan pegawai ( TPP) pada tahun 2016 ini. Salah satu tujuannya, untuk lebih mendisiplinkan kerja PNS. Jumlah potongan TTP tersebut naik 100 persen dari sebelumnya.

Informasi yang dihimpun, meski belum disahkan, peraturan baru tersebut sudah dibuat melalui peraturan walikota (Perwali). Hanya produk aturan tersebut belum diberi nomer.

Bacaan Lainnya

Diketahui, sebelumnya potongan untuk staf golongan III saja Rp 25.000 per hari bila tidak masuk kerja tanpa keterangan alias mbolos. Namun bila Perwali disahkan, maka potongan TPP menjadi Rp 50 per hari. Sedangkan bagi PNS yang tidak ikut apel dipotong terendah Rp 18.000 dan tertinggi eselonnya Rp 170.000 per hari.

Kabag Humas Pemkot Salatiga, Adi Setiarso mengatakan, peraturan walikota ini sudah disosialisasikan kepada para PNS di semua bagian dan SKPD yang ada. Namun demikian, belum secara sah diberlakukan karena belum ada nomor dan tahun.

“Memang benar ada kenaikkan pemotongan TTP. Ini sebagai punishment (sanksi ketidakdisplinan). Meski demikian reward juga harus dipikirkan oleh pemangku kebijakan.  Semoga kinerja semakin lebih  baik,” tandas Adi Setiarso, Senin (11/1).

Dari data Perwali Salatiga 2016, besaran pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TTP) tertinggi adalah Sekda apabila tidak masuk kerja (membolos) dipotong Rp 425.000 per hari dan tidak apel dipotong Rp 170.000 per hari. Sedangkan terendah adalah PNS pelaksana pemula (IIa), apabila tidak masuk kerja tanpa keterangan dipotong Rp 45.000 per hari sedangkan tidak apel Rp 18.000 per hari.

Menanggapi rencana Perwali ini, Wakil Ketua DPRD Salatiga M. Fathurahman mengatakan, itu sebagai langkah maju bagi Pemkot Salatiga dan kebijakan yang  adil. Selain itu, kebijakan tersebut dapat meningkatkan kinerja dan kedisplinan PNS dan lembaga.

“Bagus aturan ini, karena bisa menghilangkan kecemburuan di antara PNS ( yang rajin dan yang malas). Karena bila ada PNS yang malas, bisa mengendorkan semangat yang lain, sehingga layak ada pemetongan TPP dengan harapan, kinerjanya lebih baik dan bagus,” ujar politisi PKS ini. 

Dikatakan Fathurahman, tidak hanya yang malas saja, Pemkot Salatiga juga harus memikirkan PNS yang rajin dengan pemberian reward , sehingga bisa memacu kinerja. “ Semisal PNS lembur, maka perlu dipikirkan juga tambahan penghasilannya,” ujarnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *