Pengoperasian Pelabuhan Kendal Molor

  • Whatsapp
ilustrasi

KENDAL, Jowonews.com—Rencana Pemkab Kendal untuk mengoperasikan Pelabuhan Tanjung Kendal bulan ini sepertinya bakal molor. Pasalnya hingga kini belum ada persiapan terkait penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) untuk kelengkapan pengoperasian pelabuhan yang sudah selesai dibangun sejak 2003 silam itu.

Pantauan koran ini dilapangan, kondisi pelabuhan masih sepi senyap tanpa aktivitas berarti. Baik penyediaan sarpras maupun pengaturan pelabuhan.

Bacaan Lainnya

Seperti penataan ruang administrasi kantor maupun  pelabuhan. Kondisi kantor pelabuhan juga masih lengang. Penyediaan lampu penerang, tempat pelayanan tiket, dan lampu rambu-rambu juga belum nampak.

Meski begitu, kapal KMP Kalibodri yang rencana menjadi kapal utama penumpang di Pelabuhan Kendal sudah berlabuh. Bahkan sudah mulai perbaikan dan pengecatan ulang kapal.

Penjabat (Pj) Bupati Kendal, Kunto Nugroho mengatakan, penngoperasian pelabuhan masih menunggu keputusan dari kementrian perhubungan. “Pelabuhan masih dibahas dan dikoordinasikann dengan kementrian perhubungan (Kemenhub),” ujarnya, Senin (11/1).

Koordinasi terakit dengan teknis pengopeasian kapal dan tarif tiket kapal Kendal-Kumai, Kalimantan Tengah. Hal itu mengingat jarak tempuh antar provinsi sehingga tarif sepenuhnya ditentukan oleh Kemenhub.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kendal, Wahyu Yusuf mengatakan belum dapat memastikan perihal kapan pelabuhan mulai bisa dioperasikan. sebab ternyata butuh kesiapan yang cukup. selain dengan Kemenhub, juga perlu  koordinasi dengan PT ASDP Ferry Indonesia sebagai pemenang lelang.

“Selain itu juga kesiapan sarpras pelabuhan harus kami sediakan sebelum nantinya beroperasi demi keamanan dan kenyamanan penumpang. Selain itu diperlukan Kesayahbandaran dan Otoritas Pelabuhan yang akan mengatur teknis pelabuhan dan keluar masuknya kapal,” tandasnya.

Rencananya, kapal Kalibodri akan dioperasikan satu kali pemberangkatan untuk satu minggu sekali. Hal itu mengingat pelabuhan masih dalam tahap awal, sehingga belum banyak masyarakat yang akan memanfaatkannya.

Perihal peresemian pelabuhan, hal tersebt menunggu jadwal dari Kemenhub. “Target kami bukan peresmiannya, tapi bagaimana pelabuhan itu bisa dioperasikan sesegera mungkin agar bangunan pelabuhan tidak rusak,” tambahnya.

Menurutnya pemberangkatan seminggu akan berlangsung selama enam bulan. Yakni selama Pelabuhan Kendal masih mendapatkan subsidi dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) selama enam bulan.

“Setelah enam bulan nanti, ini menjadi tantangan bagi pemkab untuk bisa mandiri dan mengoperasikan kapal dan pelabuhan secara mandiri. Jadi selama enam bulan ini Pemkab mendapatkan subsidi berupa bantuan operasional Kapal Kali Bodri yang dibayari oleh Kemenhub,” jelasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *