600 PNS Pemkot Surakarta Pensiun

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Sebanyak 600 pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam tahun 2016 memasuki masa pensiun, dan angka tersebut naik seratus persen apabila dibandingkan tahun lalu.

Banyaknya PNS yang pensiun ini menambah daftar kekurangan pegawai di Pemkot Surakarta yang sebelumnya tercatat 1.200 orang, kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Surakarta Hari Prihatno kepada wartawan di Solo, Selasa.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan dengan kekurangan pegawai ini, Pemkot sendiri tidak bisa merekrut calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Perekrutan CPNS menunggu kepastian jatah kuota lowongan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB).

“Ya sampai sekarang belum ada kepastian apakah ada perekrutan CPNS umum tahun ini atau tidak. Kami masih menunggu kepastiannya,” katanya.

Ia mengatakan ada 200-an PNS dari luar daerah yang antre mutasi ke Pemkot Surakarta. Para PNS itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Paling banyak yang mengajukan mutasi dari Boyolali dan Sragen. Mereka ingin pindah ke Solo karena mendekati rumah tinggalnya.

“Mutasi PNS bisa sebenarnya bisa untuk menambal kekurangan pegawai Pemkot. Tapi prosesnya belum bisa karena masih menunggu keputusan Penjabat (Pj) Wali Kota,” katanya.

Hari mengatakan Pemkot Surakarta masih kekurangan 1.200 PNS. Tiap tahunnya, dia mengatakan jumlah PNS yang pensiun mencapai 300 orang. Tapi tahun ini jumlah PNS pensiun mencapai 600 orang.

Ia mengatakan mereka adalah PNS yang tertunda pensiunannya karena menyesuaikan aturan baru. Saat itu pemerintah mengubah aturan usia pensiun pegawai dari 56 tahun menjadi 58 tahun. Sebagai solusi, akan mengoptimalkan jumlah PNS yang ada di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Meski terjadi kekurangan PNS, optimis tidak mempengaruhi kinerja atau pelayanan kepada masyarakat.

“Ya kami juga akan menggunakan tenaga alih daya atau outsorching untuk mengatasi kekurangan pegawai. Penggunaan tenaga alih daya sudah kita dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Tenaga itu digunakan untuk tenaga keamanan, kebersihan, dan penyuluh,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *