Basarnas: Satu Korban Tenggelam Perairan Jetis Ditemukan

  • Whatsapp

CILACAP, Jowonews.com – Tim “Search and Rescue” (SAR) gabungan kembali menemukan jasad salah seorang nelayan yang tenggelam di perairan Jetis, kata Koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

“Korban atas nama Yanto (45) ditemukan kondisi meninggal dunia pada pukul 00.30 WIB oleh nelayan setempat sekitar satu kilometer sebelah timur lokasi kejadian,” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan penemuan mayat yang diduga sebagai salah seorang korban tenggelam di perairan Jetis itu, selanjutnya dilaporkan oleh nelayan yang menemukannya kepada tim SAR gabungan.

Setelah dievakuasi dan dipastikan jika mayat itu adalah Yanto, tim SAR gabungan segera memulangkan jenazah korban ke rumah duka, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Cilacap.

“Dengan ditemukannya jasad Yanto, berarti masih ada satu korban lagi yang masih dalam pencarian, yakni Dampil (35),” katanya.

Ia mengatakan bahwa upaya pencarian korban dilakukan dengan cara penyisiran melalui jalur darat dan air dengan mengerahkan satu unit “Rigid-Inflatable Boat” (RIB).

Selain Basarnas Pos SAR Cilacap, kata dia, operasi pencarian korban tenggelam di perairan Jetis, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, juga melibatkan personel Tagana Banyumas, SAR Jetis, SAR Lawet Perkasa Kebumen, SAR Banyumas, Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Banyumas, TNI/Polri, serta dibantu nelayan setempat.

Sebanyak tiga di antara empat nelayan yang menggunakan dua perahu berbeda tenggelam di sekitar perairan Jetis, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, pada Senin (11/1) sekitar pukul 06.30 WIB.

Sebanyak dua perahu itu, terdiri atas perahu Daya Asih digunakan Yanto (45) dan Gubleng (50), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, untuk mencari ikan di Pantai Banjarsari, Desa Jetis, Nusawungu, sedangkan perahu Buana Sagu digunakan Titor (40) dan Dampil (35), warga Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, untuk mencari ikan di Pantai Cemoro Sewu.

Saat keempat nelayan tersebut sedang mencari ikan di pinggiran perairan, kedua perahu itu diterjang gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan keempat penumpangnya terseret gelombang.

Beruntung, salah seorang nelayan bernama Titor selamat dalam musibah tersebut, sedangkan tiga nelayan lainnya, yakni Yanto, Siswanto alias Gubleng, dan Dampil terseret gelombang hingga akhirnya tenggelam dan hilang.

Setelah dilakukan pencarian, jasad Siswanto alias Gubleng berhasil ditemukan pada Senin (11/1) pukul 11.15 WIB, setelah tersangkut jaring oleh nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar perairan Jetis atau pada jarak 500 meter ke arah timur dari lokasi kejadian.

Korban atas nama Siswanto alias Gubleng yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia itu segera dimakamkan di kampung halamannya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *