DKPP Upayakan Nelayan Dapat Bantuan Peralatan Melaut

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengupayakan nelayan mendapat bantuan peralatan melaut.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulon Progo, Sudarno di Kulon Progo, Selasa mengatakan DKPP memberikan bantuan peralatan tangkap sesuai proposal yang nelayan ajukan.

Bacaan Lainnya

“Bantuan ini sebagai wujud kami empati kepada nelayan. Kalau tidak ada bantuan, maka perkembangan kelautan di Kulon Progo akan mundur. Bantuan ini sebagai upaya mengubah budaya nonnelayan menjadi nelayan. Kita ketahui bersama, nelayan Kulon Progo berawal dari petani,” kata Sudarno.

Ia mengatakan DKPP terus melakukan pembinaan nelayan kecil agar mampu mengoperasikan kapal tangkap di bawah lima gross tonnage (GT). Nelayan yang mengoperasikan kapal di atas 10 GT menjadi tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) DIY.

“Kami masih berpihak pada nelayan. Pada 2015, DKPP memberikan hibah alat-alat tangkap berupa jala, kasko dan lainnya. Kami juga memberikan pembinaan supaya menjadi nelayan andal,” katanya.

Sudarno mengatakan nelayan membutuhkan bantuan kapal-kapal ukuran empat sampai lima grosston.

Selama ini, nelayan masih menggunakan kapal motor tempel sehingga mereka secara bertahap harus dilatih menggunakan kapal lebih besar.

Ia mengakui beroperasinya Pelabuhan Tanjung Adikarto membuat kapal-kapal kecil sudah tidak efektif.

“Nelayan sudah harus berorientasi menangkap ikan dengan jarak lebih dari tiga mil laut, tidak hanya di tepian pantai. Namun, kami menyadari nelayan Kulon Progo merupakan nelayan peralihan dari petani,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori meminta DKPP melatih nelayan agar mampu mengoperasikan kapal besar agar nelayan Kulon Progo tidak sebagai penonton setelah pelabuhan beroperasi.

Selain melatih nelayan, menurut dia, DKPP Kulon Progo harus membenahi koperasi nelayan.

Koperasi harus mampu menyediakan modal melaut. Selama ini, nelayan keterbatasan modal dan koperasi tidak mampu memberikan pinjaman modal.

“Modal melaut sangat besar, sehingga koperasi atau lembaga keuangan sangat dibutuhkan. Koperasi harus menjadi penopang utama kebutuhan modal melaut bagi nelayan,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *