Gafatar Sudah Menyusup Di Ungaran

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com-Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ternyata sudah menyusup ke wilayah Kabupaten Semarang. Untuk merekrut anggota baru menggunakan gerakan ‘bawah tanah’ menyusup dari rumah ke rumah. Namun sampai saat ini Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Semarang belum mendeteksi adanya warga Bumi Serasi yang hilang dan bergabung dengan Gafatar.

Menurut Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, pihaknya sudah mendeteksi masuknya ormas Gafatar di Kabupaten Semarang sejak beberapa tahun lalu. Bahkan di tahun 2014 ormas Gafatar pernah mengajukan audiensi dengan pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) Kabupaten Semarang.

Bacaan Lainnya

“Namun Forkompinda meminta agar sebelum audiensi, Gafatar melapor ke Kesbangpol. Selain itu Gafatar dilarang membawa alat elektronik seperti alat rekam suara dan foto termasuk ponsel. Sebab pertemuan itu bisa difoto dan dicetak untuk bahan sosialisasi atau propaganda. Akhirnya dengan aturan ketat itu mereka urung melakukan audiensi,” ungkapnya, Selasa (12/1).

Purbatin menambahkan, salah seorang pengurus Gafatar yang lulusan sekolah teologi juga pernah tinggal di kota Ungaran. Namun saat ini sulit dideteksi keberadaanya, sebab berpindah-pindah tempat tinggal. Kesbangpol juga sudah melakukan pantauan dan memprediksi sudah ada gerakan dari anggota Gafatar untuk melakukan perekrutan warga Kabupaten Semarang. Hanya saja menurut Purbatinhadi, sampai saat ini belum ada laporan jika ada warga Kabupaten Semarang yang masuk ke dalam jaringan Gafatar yang sudah berganti nama menjadi Negara Kurnia Semesta.

“Dari pengamatan kami, Gafatar sudah menyusup ke Kabupaten Semarang. Dengan melakukan gerakan bawah tanah door to door untuk merekrut anggotanya. Selain itu mereka melakukan perekrutan dengan pola non teknis seperti menggunakan hipnotis ataupun brainwash,” imbuhnya.

Purbatin menghimbau agar masyarakat mewaspadai ormas yang dapat memicu munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk meminta agar para perangkat desa maupun perengkat pemerintahan untuk segera melapor jika mendeteksi adanya indikasi penyebaran ajaran yang membahayakan stabilitas keamanan.

“Masyarakat perlu waspada dan segera melapor jika ada temuan di lapangan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Intelkam Polres Semarang, AKP Abdullah mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendeteksi adanya aktivitas terang-terangan yang dilakukan Gafatar. “Kami belum menemukan adanya aktivitas mereka. Mudah-mudahan tidak ada gerakan di sini,” ungkap dia.

Untuk diketahui Gafatar adalah aliran sesat dibawah pimpinan Ahmad Musadek. Ajaran dalam Gafatar salah satunya melarang berpuasa dan solat. Namun ajaran Gafatar sempat berkembang dan merekrut sejumlah warga. Termasuk hilangnya lima orang di Jogjakarta diduga terkait dengan organisasi Gafatar. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *